Padang Pariaman – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Petani Pekebun Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, menggelar aksi di halaman Kantor Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat di Komplek Kantor Bupati, Parik Malintang, pada Senin (1/9/2025).
Kedatangan mereka menuntut kejelasan ganti rugi tanaman dan bangunan yang terdampak proyek Tarok City.
Aksi yang berlangsung damai itu dipimpin Refdianto cs, dengan orasi keras menyoroti nasib petani yang merasa terabaikan.
Setelah berorasi, massa diterima langsung oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis didampingi Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Sekda Rudy Repenaldi Rilis, jajaran pejabat daerah, Kapolres, serta perwakilan Kodim 0308 Pariaman.
Dalam dialog terbuka, John Kenedy Azis menegaskan dirinya tak akan membiarkan rakyat menderita.
“Ambo John Kenedy Azis tidak akan membuat rakyat sengsara. Kritik ambo kalau salah langkah. Mari kito duduak basamo mencari penyelesaian,” ujarnya di hadapan massa.
Petani menyodorkan sejumlah tuntutan, di antaranya evaluasi SK peruntukan lahan eks HGU PT Purna Karya (Kebun Baru dan Kebun Lama), serta realisasi ganti rugi tanaman dan bangunan yang hingga kini tak kunjung dibayar.
Menanggapi itu, John Kenedy Azis menegaskan bahwa pembatalan SK maupun sertifikat lahan bukan kewenangan bupati.
“Pemerintah daerah mencatat seluruh aspirasi masyarakat. Namun, untuk membatalkan sertifikat, itu ranah instansi berwenang, bukan bupati,” tegasnya.
Meski begitu, ia berjanji akan mengawal aspirasi petani ke pemerintah pusat agar solusi adil bisa dicapai.
“Yang penting, kita tetap mengedepankan musyawarah dan penyelesaian sesuai aturan. Aspirasi masyarakat ini jadi perhatian serius pemerintah,” tutupnya.(r-bay)






