Sampit, fajarharapan.id– Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor, mengingatkan warganya agar tidak mudah terprovokasi dengan dinamika politik dan aksi unjuk rasa yang marak terjadi di berbagai daerah, khususnya di Jakarta. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi daerah tetap kondusif demi kelancaran pembangunan.
“Di Jakarta kita melihat ada gelombang aksi besar yang menyoroti kinerja pemerintah maupun DPR. Untuk masyarakat Kotim, saya harap jangan ikut terseret arus itu. Hal yang paling utama adalah bagaimana kita bisa menjaga daerah ini tetap aman dan damai,” ujar Halikinnor, Sabtu (30/8/2025).
Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan ribuan masyarakat yang hadir dalam Pawai Pembangunan memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Acara tersebut berlangsung meriah dengan partisipasi warga yang ikut serta sebagai peserta maupun penonton.
Menurutnya, keamanan adalah syarat utama dalam menjalankan program pembangunan. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, dari tingkat individu hingga lingkungan desa dan kelurahan, untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan tidak menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan saja.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga harus ikut ambil bagian agar pembangunan berjalan lancar. Dengan daerah yang aman, kita akan lebih cepat menuju Kotim yang maju dan sejahtera, sekaligus mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Meski begitu, Halikinnor menegaskan dirinya tidak melarang masyarakat menyampaikan aspirasi. Ia mengakui bahwa kebebasan berpendapat adalah hak dasar setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara damai, tidak mengganggu ketertiban umum, dan tidak merusak fasilitas publik.
“Silakan berpendapat, itu hak semua warga. Tapi mari kita sampaikan dengan cara yang santun, damai, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Halikinnor berharap semangat kebersamaan dalam pawai pembangunan dapat mencerminkan gotong royong masyarakat Kotim, sekaligus menjadi contoh bahwa menjaga persatuan jauh lebih penting dibanding ikut terbawa suasana yang bisa memecah belah bangsa.
“Mudah-mudahan Kotim selalu aman dan damai, sehingga pembangunan terus meningkat dan kesejahteraan masyarakat semakin terasa,” tutupnya.(*)






