Padang  

Rp2,7 Triliun Digelontorkan untuk Flyover Sitinjau Lauik I

Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik dimulai.
Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik dimulai.

PadangPT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) bersama Kementerian \, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta sejumlah pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik.

Direktur PT HPSL, Michael A.P. Rumenser, menyampaikan seluruh persiapan berjalan sesuai jadwal. “Sejumlah langkah percepatan telah kami tempuh, terutama lewat koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” ujarnya, Senin (25/8/2025).

Sebelumnya, pada Selasa (12/8/2025), HPSL bersama berbagai instansi terkait mengadakan rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sumbar. Rapat itu dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumbar Novrial, Kadis Perkimtan Adhiyarsyah, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, serta perwakilan Kanwil BPN.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Kanwil BPN, selaku Panitia Pengadaan Tanah, akan mulai mengumumkan Peta Bidang dan Daftar Nominatif secara bertahap sejak Agustus 2025. Target penyelesaian seluruh persoalan lahan ditetapkan pada Oktober 2025.

Untuk menjamin kepastian hukum, HPSL bersama Ditjen Bina Marga juga menggandeng Kejaksaan Tinggi Sumbar dalam pendampingan hukum agar proyek berjalan transparan, akuntabel, dan minim sengketa.

Dukungan serupa datang dari Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, yang meninjau lokasi proyek pada Kamis (14/8/2025). “Kami ingin menunjukkan bahwa Sumatera Barat bisa bergerak cepat. Semoga selesainya flyover ini menjadi kado kemerdekaan bagi masyarakat,” katanya.

Pada hari yang sama, Satgas Investasi dan KPBU Ditjen Bina Marga juga melakukan monitoring dan evaluasi. Hasil evaluasi memastikan pengesahan desain Rencana Teknik Terperinci (RTT) akan rampung paling lambat 14 Oktober 2025.

Michael menambahkan, sejumlah persiapan fisik terus berjalan, mulai dari perbaikan jalan yang ada, pembangunan kantor proyek, pembebasan lahan, hingga uji coba pondasi untuk Jembatan 3 dan 4. “Semua persiapan ditargetkan selesai Oktober 2025, sebelum masuk ke tahap konstruksi,” jelasnya.

Selama proses pembangunan, HPSL juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas agar mobilitas masyarakat tetap lancar. Sosialisasi kepada publik turut digencarkan demi menjamin keselamatan pengguna jalan di kawasan Sitinjau Lauik.

Fly Over Sitinjau Lauik I dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp2,793 triliun. Proyek ini memiliki masa konsesi 12,5 tahun, yang terdiri atas 2,5 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa operasi. Flyover sepanjang 2,78 kilometer ini akan dilengkapi empat jembatan utama.

Sebagai bentuk kebersamaan, HPSL juga menggelar upacara peringatan HUT ke-80 RI di lokasi proyek pada 17 Agustus lalu. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat akan tekad perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional.

“Flyover Sitinjau Lauik I hadir untuk menjawab persoalan kecelakaan yang sering terjadi di jalur ini. Kami berharap kehadirannya dapat meningkatkan keselamatan, kelancaran arus perjalanan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat,” pungkas Michael.(des*)