Padang – Sebanyak 4.188 narapidana dan anak binaan di Sumatera Barat memperoleh pengurangan masa hukuman atau remisi dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Padang, Minggu (17/8).
Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumbar, Kunrat Kasmiri, menjelaskan bahwa remisi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik serta usaha perbaikan diri para warga binaan selama menjalani masa hukuman.
“Remisi diberikan bagi mereka yang memenuhi kriteria dan menunjukkan perubahan positif, baik melalui kegiatan keagamaan, keterampilan teknis, maupun pengembangan soft skill,” jelasnya.
Proses pemberian remisi berlangsung di 22 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sumbar, meliputi Lapas, Rutan, Lapas Perempuan, Lapas Narkotika, Lapas Anak, serta Cabang Rutan.
Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sumbar, Zulfikri, menyebutkan besaran remisi bervariasi antara 1 hingga 6 bulan. Namun, remisi hanya diberikan bagi narapidana yang telah menjalani hukuman minimal enam bulan, berkelakuan baik, dan tidak tercatat melakukan pelanggaran dalam register F atau buku catatan disiplin.
“Jika seorang warga binaan telah memenuhi syarat administratif namun tercatat melakukan pelanggaran, maka tidak akan diusulkan untuk memperoleh remisi,” tegasnya.
Para penerima remisi berasal dari berbagai kasus, termasuk pencurian, penyalahgunaan narkoba, penggelapan, penipuan, dan tindak pidana lainnya.
Selain Remisi Umum Kemerdekaan, pemerintah juga memberikan Remisi Dasawarsa kepada 4.647 warga binaan, yaitu pengurangan hukuman yang diberikan setiap 10 tahun bertepatan dengan HUT RI.
Dari jumlah penerima remisi umum, 74 narapidana langsung bebas, sedangkan 58 orang dari remisi dasawarsa dapat menghirup udara bebas pada hari yang sama.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, yang hadir pada acara tersebut berharap remisi ini menjadi titik awal perubahan positif bagi para narapidana.
“Kami terus berupaya meningkatkan pemerataan ekonomi agar kesejahteraan meningkat dan angka kriminalitas menurun,” ujarnya.(des*)






