Jakarta – Kentang goreng sering dijadikan camilan favorit, namun konsumsi jenis makanan ini sebaiknya dibatasi. Studi terbaru menunjukkan bahwa terlalu sering makan kentang goreng bisa menimbulkan risiko kesehatan.
Para ahli kesehatan umumnya menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, termasuk kentang goreng. Penelitian yang dipublikasikan di BMJ menunjukkan efek negatif kentang goreng terhadap tubuh.
Risiko Konsumsi Kentang Goreng
Hasil studi menyoroti bahwa kebiasaan makan kentang goreng dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 20 persen. Penelitian yang dipimpin oleh Harvard Public Health ini melibatkan lebih dari 205 ribu partisipan, dengan data mengenai pola makan dan kesehatan mereka selama 30 tahun.
Para peneliti memantau konsumsi berbagai jenis kentang, termasuk kentang goreng, panggang, rebus, serta kentang tumbuk, bersama dengan asupan biji-bijian utuh. Selama periode penelitian, lebih dari 22 ribu peserta didiagnosis diabetes tipe 2. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi kentang goreng tiga porsi per minggu memiliki risiko 20 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.
Sementara itu, konsumsi kentang panggang, rebus, atau tumbuk tidak menunjukkan peningkatan risiko signifikan terhadap diabetes.
Kentang Tetap Bernutrisi
Meski begitu, penelitian ini tidak berarti kentang harus dihindari sepenuhnya. Kentang tetap merupakan sumber nutrisi penting, termasuk vitamin C, vitamin B6, dan kalium.
Ahli gizi menyarankan agar kentang dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Sebaiknya kombinasikan kentang dengan sumber protein, lemak sehat, dan sayuran kaya serat untuk menjaga kesehatan secara optimal.(BY)






