Sport  

Paspor Indonesia Disebut Hambat Karier Mees Hilgers di Bursa Transfer

Mees Hilgers disebut tak laku karena memilih memperkuat Timnas Indonesia.
Mees Hilgers disebut tak laku karena memilih memperkuat Timnas Indonesia.

Fajarharapan.id – Mantan penyerang PSM Makassar, Anco Jansen, menilai keputusan Mees Hilgers memilih kewarganegaraan Indonesia menjadi salah satu faktor yang membuat sang bek minim peminat di bursa transfer musim panas 2025.

Menurut Jansen, status paspor Indonesia membuat Hilgers tidak lagi tercatat sebagai pemain Uni Eropa. Hal ini membuat klub-klub Eropa, termasuk tim dari Belanda, harus memperlakukannya sebagai pemain asing.

Selain itu, faktor jarak Indonesia yang cukup jauh dari Eropa serta jadwal internasional yang padat membuat beberapa klub ragu. Jansen juga menyoroti bahwa Hilgers kerap mengalami cedera usai membela Timnas Indonesia.

“Dia sekarang bermain untuk tim nasional Indonesia, dan klub-klub tidak selalu senang jika pemain harus sering terbang jauh, misalnya ke Kamboja atau Laos,” kata Jansen, dikutip dari Twente Fans, Minggu (10/8/2025). “Musim ini dia juga lebih rentan cedera, sehingga tidak banyak klub yang mau mengeluarkan biaya besar untuk merekrutnya.”

Cedera Berulang
Catatan cedera Hilgers musim lalu memang cukup sering. Berdasarkan data Transfermarkt, pemain berusia 24 tahun itu absen dalam 10 pertandingan di semua kompetisi bersama FC Twente. Kondisi tersebut turut memengaruhi minat klub untuk menebusnya, terlebih harga yang dipatok mencapai sekitar 6,5 juta euro atau setara Rp123 miliar.

Performa yang Menurun
Meski memiliki potensi dan kualitas, performa Hilgers musim lalu dinilai di bawah ekspektasi. Pandit sepak bola Belanda, Tijmen van Wissing, menyebut musim 2024/2025 sebagai periode yang buruk bagi sang bek.

“Untuk pemain dengan kemampuan seperti dia, musim ini memang mengecewakan,” ujar Wissing.

Hingga kini, masa depan Hilgers masih belum jelas. Apakah ia akan tetap berseragam FC Twente atau mencari tantangan baru di klub lain pada bursa transfer tahun ini, masih menjadi tanda tanya.(BY)