Hukrim  

Kasus Begal Palsu di Solok Terungkap, Uang Perusahaan Ludes di Judi Slot

Polisi Bongkar Kebohongan Begal Karyawan PT Mekar di Kota Solok
Polisi Bongkar Kebohongan Begal Karyawan PT Mekar di Kota Solok

Solok — Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Solok Kota, IPTU Oon Kurnia Ilahi, mengungkapkan bahwa FE (20), yang sebelumnya mengaku menjadi korban begal di Jalan Lingkar Kota Solok, ternyata telah merugikan perusahaan tempatnya bekerja, PT Mekar, hingga Rp9,7 juta.

“Berdasarkan hasil audit PT Mekar, kerugian tersebut timbul karena uang perusahaan dipakai oleh pelaku untuk bermain judi online,” ujar IPTU Oon, Jumat (…).

Dari hasil pemeriksaan, FE mengaku telah kecanduan judi online selama setahun terakhir. Uang perusahaan yang digunakannya tidak diambil sekaligus, melainkan dicicil sedikit demi sedikit hingga total mencapai Rp9,7 juta.

“Pelaku pernah dua kali menang, masing-masing sebesar Rp10 juta dan Rp15 juta. Namun seluruh hasil kemenangan itu kembali dihabiskan untuk bermain judi slot,” tambahnya.

Kasat Reskrim juga mengungkapkan fakta mengejutkan terkait luka pada tubuh FE. Luka tersebut bukan akibat aksi begal, melainkan dibuat sendiri untuk memperkuat kebohongan yang ia laporkan.

“Pelaku sengaja melukai dirinya sendiri agar pihak perusahaan percaya ia benar-benar menjadi korban begal,” tegas IPTU Oon.

Sebelumnya, FE sempat membuat laporan palsu ke Polres Solok Kota. Ia mengaku dibegal di Jalan Lingkar Kota Solok dan kehilangan uang tunai Rp3,8 juta, serta mengalami luka pada beberapa bagian tubuh.

Namun kebohongan itu terkuak ketika petugas mendatangi lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara (TKP). “Saat kami sampai di TKP, kondisinya gelap dan tidak ditemukan tanda-tanda adanya aksi pembegalan,” jelas IPTU Oon.

Kecurigaan semakin menguat setelah tim Jatanras Satreskrim Polres Solok Kota melakukan interogasi awal. FE memberikan keterangan yang berbelit-belit, sementara luka di bahu kirinya tampak bukan luka baru dan tidak mengeluarkan darah.(des*)