Kapasitas Listrik Pulau Tello Naik, Pemadaman Bergilir Berakhir

Pulau Tello Dapat Tambahan Daya 400 kW dari PLN
Pulau Tello Dapat Tambahan Daya 400 kW dari PLN

Nias SelatanPT PLN (Persero) menghadirkan solusi nyata bagi krisis listrik yang selama bertahun-tahun melanda Pulau Tello, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Tiga unit pembangkit listrik berkapasitas total 400 kilowatt (kW) resmi didatangkan untuk mengakhiri pemadaman bergilir yang telah menjadi rutinitas warga pulau seluas 18 kilometer persegi itu.

Pulau Tello yang menjadi sentra perdagangan antar-pulau kecil di wilayah sekitarnya, selama ini hanya mengandalkan delapan mesin pembangkit dengan kapasitas terbatas, yaitu 800 kW. Hal ini membuat sistem kelistrikan sangat rentan gangguan.

“Dengan kapasitas yang sangat minim, gangguan pada satu mesin saja bisa langsung menyebabkan defisit daya,” ujar Randi Septia Warman, Tim Leader Operasional dan Pemeliharaan PLN Cabang Pulau-Pulau Batu, dalam keterangannya di Pulau Tello, Kamis (31/7/2025).

Masalah memuncak saat beban puncak, terutama pada waktu maghrib, mencapai 790 kW. Margin daya yang sangat tipis membuat satu kerusakan mesin langsung berdampak pada sistem, memaksa PLN menerapkan pemadaman bergilir.

Sebagai solusi, PLN mendatangkan dua unit mesin berkapasitas masing-masing 150 kW serta satu unit tambahan berkapasitas 100 kW. Proses pengiriman mesin-mesin ini dilakukan melalui jalur logistik panjang dari Jakarta menuju Padang, Riau, Sibolga, dan akhirnya tiba di Pulau Tello, berkat kerja sama intensif dengan PLN Batam dan Unit Bisnis Managed Service Pembangkitan Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Randi menjelaskan bahwa setelah ketiga mesin ini terinstal, kapasitas total daya listrik di Pulau Tello akan meningkat menjadi 1.200 kW. “Artinya, kita memiliki cadangan sekitar 400 kW dari beban puncak saat ini,” ungkapnya.

Namun, proses pemasangan masih berlangsung. Salah satu mesin lama yang sebelumnya rusak kini tengah dalam tahap revitalisasi, sementara dua mesin baru lainnya ditargetkan selesai instalasi sebelum 17 Agustus 2025.

“Kami perkirakan instalasi selesai antara tanggal 10 hingga 13 Agustus. Saat ini operasional masih dalam kondisi siaga,” jelas Randi.

Ia pun memohon pengertian masyarakat atas gangguan yang masih terjadi selama proses instalasi berlangsung. “Pekerjaan tidak bisa dilakukan dalam keadaan sistem berjalan penuh, jadi kami mohon kesabaran warga.”

Respon positif datang dari tokoh pemuda setempat, Y. Laowo. Ia menyampaikan apresiasi atas langkah PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan Pulau Tello.

“Kami berharap dengan tambahan tiga unit mesin ini, Pulau Tello terbebas dari kekurangan daya dan pemadaman bergilir yang sudah terlalu lama kami alami,” kata Yerianus.(des*)