Kemendes Gandeng Peruri, Percepat Transformasi Digital di Desa

Transformasi digital menjadi kebutuhan mutlak bagi industri 4.0 yang menuntut perubahan.
Transformasi digital menjadi kebutuhan mutlak bagi industri 4.0 yang menuntut perubahan.

Jakarta — Di era industri 4.0, transformasi digital menjadi langkah strategis yang tak bisa dihindari. Perubahan ini tidak hanya menyangkut penggunaan teknologi mutakhir, tetapi juga menyasar pergeseran budaya kerja, struktur organisasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam konteks pelayanan publik, digitalisasi diyakini mampu mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang lebih cepat, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Sebagai bagian dari upaya akselerasi pembangunan di wilayah pedesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Langkah ini diambil sebagai bentuk nyata dalam mendukung digitalisasi desa serta memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi. Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat membangun ekosistem digital di desa-desa dan wilayah tertinggal agar pembangunan nasional dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya, menjelaskan bahwa pihaknya siap mendukung desa-desa di Indonesia dengan solusi digital yang aman, terpercaya, dan sesuai kebutuhan lokal.

“Peruri akan menghadirkan layanan berbasis teknologi yang dapat memperkuat tata kelola pemerintahan desa agar lebih modern dan akuntabel,” jelas Dwina dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).

Sementara itu, Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, menyatakan bahwa desa merupakan pilar penting dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, penguatan desa lewat teknologi harus menjadi agenda prioritas.

“Membangun Indonesia dari desa adalah langkah strategis untuk mempercepat pemerataan ekonomi dan mengurangi kesenjangan. Kolaborasi ini mempertegas arah kebijakan Kemendes PDTT menuju pembangunan yang inklusif dan berdaya tahan,” ujar Yandri.

Dengan hadirnya infrastruktur digital, diharapkan tingkat literasi digital warga desa akan meningkat, serta akses terhadap layanan publik menjadi lebih cepat dan efisien.

Tak hanya itu, digitalisasi juga membuka ruang bagi tumbuhnya inovasi lokal dan kemandirian desa, yang pada akhirnya turut menopang pembangunan nasional dari akar rumput.(BY)