Padang Pariaman – Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, Dr. H. John Kenedy Azis, SH, MH akan melakukan rencana besar dengan perombakan total Kepala SD dan SMP se-Kabupaten Padang Pariaman pada akhir Agustus 2025. Dalam seleksi ini, tak ada tempat bagi guru titipan, gratifikasi, atau permainan uang.
Pernyataan tegas itu disampaikan Bupati John Kenedy Azis saat memberi sambutan dalam pelantikan Pengurus PGRI Padang Pariaman masa bakti XXIII (2025–2030) di Hall IKK Parit Malintang, Rabu (23/7/2025).
“Saya tantang guru-guru yang siap memajukan pendidikan, Kepala sekolah yang saya pilih bukan karena ‘siapa di belakangnya’. Tapi karena prestasi, integritas, dan semangat perubahan,” tegas dia di hadapan ratusan guru.
Bupati John Kenedy Azis menegaskan komitmennya untuk menempatkan guru terbaik dan berkarakter pemimpin dalam posisi strategis.
Ia juga membuka peluang seleksi secara terbuka, “Silakan ajukan diri. Ini panggilan perjuangan, bukan titipan politik,” terangnya.
Bupati John Kenedy Azis mengingatkan keras agar tidak ada lagi praktik pungutan liar (pungli) di sekolah dengan dalih membeli baju, buku, atau agenda rekreasi.
“Saya tidak mau dengar ada guru yang jadi beban wali murid. Ciptakan suasana belajar yang nyaman, bersih, ramah, dan bersahabat. Sekolah harus jadi rumah kedua yang menyenangkan,” ujarnya lantang.
Bupati John Kenedy Azis juga menegaskan bahwa pelantikan pengurus PGRI bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah panggilan moral untuk membela kepentingan pendidikan dan guru di daerah.
Sementara itu, Ketua PGRI Sumatera Barat, Darmalis, menyoroti persoalan mendasar guru honorer di Padang Pariaman, termasuk honor yang masih memprihatinkan. Bahkan ada yang hanya menerima Rp 200.000 per bulan.
“Ini PR besar kita bersama. Masih banyak guru yang belum masuk Dapodik dan belum diangkat jadi P3K atau ASN. Harus kita perjuangkan bersama PGRI dan Pemda,” ujar Darmalis.
Darmalis juga berharap Pemkab dapat membantu menyediakan lahan untuk pembangunan kantor permanen PGRI Padang Pariaman yang selama ini masih menyewa rumah warga.
Ketua PGRI Padang Pariaman terpilih, Hazairin, S.Pd, menyatakan kesiapannya memimpin perjuangan bersama guru-guru.
“Kami siap menjadi corong aspirasi guru. Fokus kami ke depan adalah memperjuangkan nasib guru honorer agar dapat diangkat secara adil dan bermartabat,” ujarnya penuh semangat.
Dengan reformasi besar yang akan digulirkan Bupati JKA, dan kepengurusan baru PGRI yang solid, pendidikan Padang Pariaman kini bersiap menuju era baru yang bersih, berprestasi, dan berkeadilan.(bay).






