Pasim Go Internasional, Peluang Kerja Kapal Pesiar dan Jepang untuk Anak Muda

Pemkot Pariaman Buka Peluang Kerja ke Luar Negeri
Pemkot Pariaman Buka Peluang Kerja ke Luar Negeri

Pariaman – Pemkot Pariaman Dorong Generasi Muda Tembus Pasar Kerja Internasional Lewat Program Pasim Go Internasional

Pemerintah Kota Pariaman kembali memperkuat komitmennya dalam membuka akses kerja di tingkat global, khususnya bagi generasi muda. Hal ini diwujudkan melalui tindak lanjut perjanjian kerja sama antara Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dengan Rektor Universitas Nasional Pasim (Unas Pasim), Armai Arif, yang ditandatangani pada 10 Juli 2025 lalu.

Sebagai bentuk implementasi kerja sama tersebut, digelar kegiatan *Sosialisasi Pasim Go Internasional* yang memperkenalkan dua program unggulan, yakni *Crew Kapal Pesiar (Cruise)* dan *Tokutei Ginou/Specified Skilled Worker (SSW)*. Acara ini berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Bersama Kota Pariaman dan diikuti oleh 142 peserta, masing-masing mewakili dua orang dari setiap desa/kelurahan.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara teknis dilakukan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP & Naker) Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit, bersama Kepala UPT Diklat Pasim Go International UNAS PASIM, Sjamsuridjal. Fokus kerja sama ini adalah pelatihan ketenagakerjaan yang berorientasi global.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, yang secara langsung membuka acara, didampingi Kepala Disdikpora Hertati Taher dan perwakilan BP3MI Sumbar, menegaskan pentingnya peluang ini. “Program ini tidak hanya membuka jalan menuju pasar kerja di Jepang, tapi juga menyediakan kesempatan bagi anak muda untuk bekerja di kapal pesiar internasional. Jangan sia-siakan peluang langka ini,” tegasnya.

Menurut Yota, inisiatif ini bertujuan menciptakan perubahan positif bagi masa depan anak-anak muda Pariaman. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan dalam menjalani proses pelatihan. “Kedisiplinan adalah kunci utama menuju kesuksesan,” ujarnya.

Sementara itu, Gusniyeti Zaunit menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja luar negeri dengan potensi angkatan kerja produktif di Pariaman yang belum terserap secara maksimal. Untuk tahap awal, disediakan kuota masing-masing 10 peserta untuk program Cruise dan SSW.

Proses seleksi akan berlangsung pada 22 Juli 2025, disusul pengumuman hasil seleksi pada 28 Juli 2025. Para peserta yang lolos akan mulai mengikuti pelatihan pada 4 Agustus 2025. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta program kapal pesiar akan langsung menjalani magang di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Sedangkan untuk program SSW, peluang terbuka lebar termasuk bagi perempuan, terutama di sektor perawatan lansia, kuliner, perhotelan, serta pertanian dan perikanan.

“Semua biaya pelatihan, termasuk akomodasi dan konsumsi, ditanggung penuh oleh Pemerintah Kota Pariaman,” jelas Gusniyeti, memberikan harapan besar bagi para calon tenaga kerja luar negeri.

Dengan program ini, diharapkan lahir tenaga kerja andal dan kompeten dari Kota Pariaman yang mampu bersaing secara global serta berkontribusi pada peningkatan taraf hidup masyarakat dan kemajuan daerah.(des*)