Jakarta – Guna mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana dan keterbatasan fiskal daerah, Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat John Kenedy Azis (JKA) mendatangi langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, pada Senin (23/6/2025).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya agresif Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk mendorong dukungan pusat terhadap sejumlah proyek strategis yang bersifat mendesak dan berorientasi pada konektivitas serta mitigasi bencana.
Bupati JKA datang bersama jajaran pejabat teknis daerah, antara lain Sekda, Kepala Dinas PUPR, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga, serta Inspektur Daerah.
Audiensi dilakukan ke tiga unit strategis di Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Bina Marga, Ditjen Sumber Daya Air (SDA), dan Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah.
Lima Proyek Prioritas Masuk Meja Pusat
Dalam pertemuan tersebut, JKA mengajukan lima usulan prioritas pembangunan, Pembangunan Jembatan Kayu Gadang Sikabu, Pembangunan Jembatan Anduriang, Pengembangan Daerah Irigasi Lubuk Sikoci-Ladang Laweh, Normalisasi Batang Ulakan, dan Pengamanan Pantai Pasir Baru
“Daerah kami menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan fiskal hingga kerusakan akibat bencana. Dukungan pusat sangat kami harapkan, terutama setelah keluarnya Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Pemerintah,” ujar JKA.
Proposal tersebut disambut positif oleh Kementerian PUPR. Pihak kementerian menyatakan akan mengupayakan pengakomodasian melalui skema kegiatan Inpres dan koordinasi lanjutan dengan BPJN Sumatera Barat serta BWS V Sumatera.
Jalan Rusak, Ekonomi Tersendat
Bupati juga menegaskan bahwa infrastruktur jalan dan jembatan adalah urat nadi perekonomian. Namun, banyak infrastruktur di Padang Pariaman yang rusak karena usia dan dampak bencana.
Selain lima proyek utama, turut diajukan usulan pembangunan dan perbaikan ruas jalan strategis yang menghubungkan kawasan produksi, layanan dasar, dan destinasi wisata, antara lain Kamuamuan – Pasar Sungai Geringging, Paingan – Malai Tangah Sungai Sarik, Sungai Sirah – Tanjung Alai, Rimbo Kalam – Hilalang Gadang, Kampung Ladang – Sungai Gimba
Tak ketinggalan, sektor jembatan juga menjadi perhatian. Diusulkan pula pembangunan Jembatan Padang Mantuang, Padang Maduang, dan Pasia Baru, serta rehabilitasi irigasi, penguatan bendungan, hingga penanganan abrasi pantai.
Infrastruktur Bukan Sekadar Beton, Tapi Fondasi Kesejahteraan.
“Infrastruktur bukan hanya soal fisik. Itu soal konektivitas, soal akses, soal keadilan pembangunan. Pada akhirnya, ini tentang menjembatani kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati JKA mengakhiri pertemuan.(r-bay).






