Wali Kota Pariaman Serukan Semangat Kurban untuk Agama Bangsa dan Negeri

Kota Pariaman – Ribuan warga Kota Pariaman, Sumatera Barat memadati Lapangan Merdeka untuk melaksanakan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi, Jum’at (6/6/2025). Sholat ied ini dipimpin oleh Muhammad Iqbal sebagai imam dan Prof. Dr. Armai Arief, M.Ag,Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebagai khatib.

Wali Kota Pariaman Yota Balad hadir bersama keluarga, didampingi Wakil Wali Kota Mulyadi, jajaran Forkopimda, Kakan Kemenag, Ketua MUI, Ketua PHBI, pimpinan OPD, BUMN/BUMD, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya sebelum pelaksanaan sholat, Yota Balad menyampaikan ucapan Selamat Idul Adha kepada seluruh warga Kota Pariaman, seraya mengajak masyarakat menjadikan momentum kurban sebagai sarana memperkuat keimanan, keikhlasan, dan pengabdian kepada Allah SWT.

“Idul Adha bukan hanya ritual, tapi simbol pengorbanan. Mari kita jadikan hari ini sebagai pemantik semangat untuk rela berkorban demi agama, bangsa, dan daerah,” tegas Yota Balad.

Ia juga menyinggung keberangkatan 105 jamaah haji asal Kota Pariaman yang tengah menjalankan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

“Semoga mereka pulang sebagai haji mabrur, membawa berkah bagi keluarga dan Kota Pariaman,” ucapnya.

Mengulas capaian 100 hari kerja pemerintahannya bersama Mulyadi, Yota menyebut sejumlah program telah berjalan, antara lain Pariaman RISALAH (Beriman, Saleh dan Berakhlak), Satu Keluarga Satu Hafiz dan Kembali ke Surau, SAGA SAJA PLUS (Satu Keluarga Satu Sarjana + bimbingan sekolah kedinasan), Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Gratis, Asuransi bagi tokoh adat dan keagamaan

Ia juga mengumumkan bahwa dalam waktu dekat akan diluncurkan adalah Pusat Kreativitas Keluarga Satu Rumah Satu Industri, Pemberian Perangkat Sekolah Gratis untuk Murid SD, Pelatihan Guru Unggul.

“Semua ini bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan visi Pariaman Kota Wisata yang Maju, Kreatif, Berbasis Agama dan Berbudaya sesuai Dasa Cita Balad-Mulyadi,” jelasnya.

Di akhir sambutan, Yota mengajak warga yang mampu untuk berkurban, karena nilai kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tapi bentuk nyata cinta pada sesama dan keikhlasan di hadapan Ilahi.

“Semoga semangat kurban ini menjadikan kita umat yang siap berjuang, bersatu, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara,” tutupnya.

Sementara itu, dalam khutbahnya, Prof. Armai Arief menegaskan bahwa Idul Adha adalah perayaan keimanan dan kepatuhan. “Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail adalah warisan spiritual yang mengajarkan kita arti ketaatan total dan pengorbanan sejati,” ujarnya.

Ia mengajak jamaah menjadikan momen Idul Adha sebagai ajang refleksi, agar semangat pengorbanan tak berhenti pada ritual, tapi mewujud dalam kehidupan nyata diantaranya bekerja ikhlas, memberi, dan menjaga nilai kemanusiaan.(r-mak).