Bogor — Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat terus menunjukkan keseriusannya dalam memerangi penyalahgunaan narkotika. Dipimpin langsung oleh Walikota Yota Balad, rombongan Pemko Pariaman melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/5/2025).
Kunjungan ini bertujuan memperkuat langkah konkret Pemko Pariaman dalam membangun fasilitas rehabilitasi narkoba di Kota Pariaman. Hal ini, menyusul tingginya jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIB Pariaman yang terjerat kasus narkotika, yakni hampir 60% dari total penghuni lapas.
“Pariaman belum memiliki pusat rehabilitasi yang memadai. Kondisi ini memicu overcapacity di lapas, sekaligus menghambat proses pemulihan pecandu,” ujar Wali Kota Yota Balad.
Didampingi jajaran Forkopimda, Ketua DPRD, Kepala Kejari, Kapolres, Dandim, serta pejabat Dinas Kesehatan dan Kesbangpol, Wako Yota menyatakan bahwa Pemko Pariaman tengah merancang pembangunan fasilitas rehabilitasi sementara di RS Sadikin. Ini dengan harapan dapat berkembang menjadi pusat rehabilitasi permanen ke depan.
“Kami ingin belajar langsung dari Balai Besar Rehabilitasi BNN ; baik dalam sistem, pendekatan medis, program sosial, hingga tata kelola layanan pemulihan pecandu,” tegasnya.
Kepala Balai Besar Rehabilitasi BNN, dr. Elvina Katerin Sahusilawane, menyambut hangat inisiatif Pemko Pariaman. Ia menekankan bahwa lembaga yang dipimpinnya merupakan pusat rujukan nasional dan pusat pelatihan rehabilitasi yang menjalankan pendekatan medis dan sosial secara terpadu.
“Semoga Kota Pariaman bisa segera memiliki fasilitas rehabilitasi yang mandiri agar penanganan penyalahguna narkoba tidak hanya mengandalkan pemidanaan, tetapi juga pemulihan,” harap dr. Elvina.
Kegiatan diakhiri dengan kunjungan ke berbagai fasilitas rehabilitasi, termasuk ruang rawat inap, pusat terapi, dan fasilitas pendidikan bagi para klien rehabilitasi.
Langkah Pemko Pariaman ini menjadi angin segar dalam upaya memperkuat pendekatan humanis terhadap penyalahguna narkoba, serta mendorong lahirnya kota-kota tangguh narkoba di tingkat daerah.(r-mak)






