Singkil, fajarharapan.id – Ketua Panitia HUT Kabupaten Aceh Singkil ke-26, Asmaruddin, buka suara membantah adanya pungutan wajib dana desa sebesar Rp 1 juta yang disebut-sebut ditransfer ke bagian Humas Setdakab Aceh Singkil.
Menurutnya, dana tersebut bukan pungutan, melainkan hasil kesepakatan bersama saat rapat kepanitiaan untuk mendukung kegiatan perayaan HUT.
“Dana Rp 1 juta dari setiap desa itu adalah bentuk partisipasi. Dalam rapat, semua unsur ikut hadir mulai dari bupati, wakil bupati, SKPK, para camat, keuchik, hingga BUMN dan perusahaan swasta,” jelas Asmaruddin kepada wartawan Selasa, (29/2025), didampingi Sekretaris Panitia, Jepri Mahardika.
Asmaruddin menegaskan bahwa sumbangan dari desa bersifat sukarela, tidak wajib, dan tidak ditentukan jumlah pastinya. “Tidak ada paksaan, kalau ada desa yang keberatan tidak perlu ikut menyumbang,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) hanya mengambil inisiatif untuk mengusulkan kontribusi sebesar Rp 1 juta per desa. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 71 desa dari 116 desa di Aceh Singkil yang ikut berpartisipasi.
“Kami sangat berterima kasih kepada desa-desa. Dana ini dari rakyat, kembali untuk rakyat,” katanya. Contohnya, dana itu digunakan untuk kegiatan gotong royong massal, konsumsi saat pembukaan HUT pada 27 April, dan pengadaan 4.000 bungkus makanan.
Asmaruddin juga memastikan bahwa semua dana yang digunakan akan dilaporkan secara akuntabel. “Laporan administrasi akan disusun agar jelas ke mana saja dana digunakan,” ujarnya.
Selain hiburan, HUT ke-26 ini juga diisi kegiatan sosial seperti operasi bibir sumbing dan sunatan massal. Asmaruddin menyebut anggaran resmi dari pemerintah hanya sebesar Rp 150 juta, itupun khusus untuk upacara.
Ia juga mengingatkan bahwa APBK Aceh Singkil 2025 sudah disahkan, hanya saja lantaran pemerintah pusat mengeluarkan regulasi baru, yakni Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, yang berlaku secara nasional masih kami susun. Di Aceh Singkil, efisiensi dilakukan termasuk pemotongan 50 persen anggaran perjalanan dinas.
“Meski dengan anggaran terbatas, kami ingin HUT ini tetap meriah dan penuh kebersamaan. Tema yang kami angkat adalah: ‘Aceh Singkil Bangkit Bersama Pimpinan yang Baru, Berbudaya dan Religius’,” tutupnya.| K4






