Pulang Pisau, fajarharapan.id – Di tengah derasnya arus digitalisasi, penggunaan gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Dari anak-anak hingga orang dewasa, hampir semua lapisan kini bergantung pada ponsel pintar untuk mencari informasi maupun hiburan.
Namun di balik kemudahan itu, tersembunyi berbagai potensi ancaman, terutama bagi generasi muda. Anggota DPRD Pulang Pisau, Dwi Erlina, mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya penyalahgunaan gadget di kalangan remaja.
“Sekarang semua serba cepat dan mudah diakses melalui gadget. Tapi sayangnya, tidak sedikit anak-anak yang justru terjerumus pada penggunaan yang salah,” ujar Dwi Erlina, Selasa (15/4/2025).
Ia mencontohkan, penggunaan gadget yang semestinya bermanfaat untuk belajar atau mencari informasi, malah digunakan untuk kegiatan negatif. “Ada yang memanfaatkan gadget untuk pacaran tidak sehat, membuat konten negatif, bahkan ikut-ikutan judi online dan kecanduan game sampai lupa waktu,” katanya.
Dwi Erlina menekankan, kecanduan ini tidak hanya mengganggu prestasi akademik, tetapi juga bisa berdampak buruk pada perilaku dan masa depan anak-anak. Karena itu, ia mengimbau peran aktif orang tua dalam mendampingi dan mengawasi aktivitas anak saat menggunakan gadget.
“Orang tua harus lebih peduli, jangan membiarkan anak-anak larut tanpa kontrol. Batasi waktu penggunaan gadget, arahkan mereka untuk menggunakan teknologi secara positif dan produktif,” pesannya.
Ia juga mengajak semua pihak, termasuk sekolah dan komunitas masyarakat, untuk bersama-sama mengedukasi generasi muda tentang pentingnya bijak dalam bermedia sosial serta menjaga etika dalam menggunakan teknologi.
“Teknologi itu ibarat pisau bermata dua, tinggal bagaimana kita mengarahkan penggunaannya,” tutup Dwi Erlina. (FJR)






