Solsel, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) mulai bersikap tegas terhadap kinerja jajaran pemerintahannya. Dalam waktu dekat, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dievaluasi secara menyeluruh.
Bupati H. Khairunas akan evaluasi produktivitas, kedisiplinan, hingga kebersihan lingkungan kerja. Pegawai yang telmi alias telat mikir atau lamban merespons tugas dipastikan akan mendapat perhatian khusus dan berisiko terdepak dari jabatannya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Solok Selatan.
Evaluasi ini bertujuan memastikan pelaksanaan program dan perencanaan dinas berjalan optimal, sekaligus meningkatkan disiplin dan tanggung jawab seluruh jajaran pemerintahan.
Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, mengumumkan hal tersebut saat memimpin Apel Gabungan ASN di Halaman Kantor Bupati, Senin (21/4/2025).
“Dalam satu dua bulan ke depan, akan dilakukan evaluasi terhadap seluruh OPD. Tidak ada yang luput, semuanya akan dievaluasi,” tegas Khairunas.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab kinerja bukan hanya berada di pundak kepala dinas. Setiap lini, mulai dari pejabat struktural hingga staf, harus bekerja sebagai satu kesatuan tim.
“Kita ingin membangun kerja supertim. Jangan hanya menyalahkan pimpinan, karena keberhasilan kinerja sangat ditentukan oleh peran aktif seluruh jajaran,” ujarnya.
Lebih dari sekadar penilaian program, evaluasi juga menyasar aspek kebersihan kantor dan lingkungan sekitarnya. Penilaian ini sudah mulai diterapkan sejak hari pertama masuk kerja usai cuti bersama beberapa waktu lalu.
Tak hanya di tingkat kabupaten, Bupati memastikan evaluasi juga menyentuh unit-unit pelayanan teknis (UPT) seperti puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.
“Pelayanan publik harus semakin baik, bersih, dan profesional. Itu yang kita harapkan dari semua OPD dan UPT,” tutupnya.
(sdw)






