Minibus Terseret Kereta Api Wisata di Padang Pariaman, Dua Orang Luka-Luka Serius

Padang Pariaman, fajarharapan.id – Sebuah kecelakaan mengejutkan terjadi di Kabupaten Padang Pariaman, Kamis pagi (17/4/2025), ketika sebuah minibus terseret kereta api wisata di perlintasan tanpa palang pintu. Peristiwa ini terjadi di Korong Ambacang, Nagari Kurai Taji Timur, Kecamatan Nan Sabaris, dan langsung menyita perhatian warga setempat.

Kejadian nahas itu bermula saat minibus jenis Daihatsu Terios mencoba melintasi rel tanpa menyadari bahwa kereta api wisata dari Pariaman menuju Padang tengah melaju kencang. Akibatnya, minibus terseret kereta api wisata sejauh hampir 100 meter dari titik tabrakan, menyisakan puing kendaraan yang ringsek parah.

Warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian itu mengatakan bahwa minibus terseret kereta api wisata beberapa detik setelah keluar dari halaman rumah pemiliknya. Jarak antara rumah dan rel hanya sekitar lima meter, dan kondisi perlintasan yang tidak memiliki palang atau petugas penjaga menjadi faktor utama kecelakaan.

Menurut Mariani, saksi mata yang berada di lokasi, ia sudah meneriaki pengemudi agar berhenti karena kereta akan melintas. Namun teriakan itu tak terdengar karena jendela mobil tertutup rapat. Dalam sekejap, minibus terseret kereta api wisata tanpa bisa dihindari.

“Mobil itu baru keluar dari rumah, belum jauh dari pagar langsung melintasi rel. Saya lihat kereta datang, saya teriak keras-keras, tapi mungkin tidak terdengar. Tiba-tiba saja minibus terseret kereta api wisata, saya sampai terdiam melihatnya,” tutur Mariani dengan wajah masih syok.

Setelah tabrakan, kereta akhirnya berhenti beberapa ratus meter dari lokasi benturan, sementara minibus dalam kondisi ringsek berat di bagian depan dan samping. Dua orang di dalam kendaraan — sopir dan satu penumpang — berhasil dievakuasi oleh warga dan segera dibawa ke rumah sakit terdekat.

Keduanya mengalami luka cukup serius, meskipun masih dalam kondisi sadar saat dievakuasi. Warga yang melihat kejadian tersebut dengan sigap memberikan pertolongan pertama sebelum tim medis datang ke lokasi.

Petugas kepolisian dan tim dari PT KAI segera turun ke tempat kejadian perkara untuk melakukan investigasi. Garis polisi dipasang di sekitar area kecelakaan, sementara warga yang berkerumun diminta menjauh demi kelancaran proses penyelidikan.

Kapolsek Nan Sabaris menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendalami insiden tersebut. Ia juga menyayangkan masih banyaknya perlintasan sebidang yang belum memiliki pengamanan memadai di wilayahnya.

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan PT KAI untuk membahas solusi jangka panjang. Ini bukan pertama kalinya terjadi kecelakaan di perlintasan tak berpintu,” ujarnya.

Peristiwa minibus terseret kereta api wisata ini menjadi pengingat betapa pentingnya sistem peringatan dini dan infrastruktur keselamatan di perlintasan rel. Warga berharap segera ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengurangi risiko kejadian serupa.

Pihak PT KAI dalam keterangan resminya menegaskan bahwa kereta telah membunyikan klakson sesuai prosedur ketika mendekati perlintasan. Mereka menegaskan pentingnya edukasi dan kesadaran pengendara dalam menjaga keselamatan di jalur kereta api.

Menurut data yang dihimpun, perlintasan tanpa palang pintu masih tersebar di banyak wilayah Sumatera Barat, termasuk di Padang Pariaman. Hal ini sering menjadi titik rawan kecelakaan, terutama ketika pengendara tidak waspada atau mengabaikan tanda-tanda kereta datang.

Warga sekitar lokasi kejadian mengaku selama ini sudah sering merasa waswas saat melintasi perlintasan tersebut. Tidak adanya rambu, lampu peringatan, atau petugas jaga membuat mereka harus mengandalkan naluri dan penglihatan sendiri untuk memastikan jalur aman.

Mereka berharap agar pemerintah daerah segera memasang sistem pengamanan otomatis di titik-titik rawan seperti Korong Ambacang, agar insiden minibus terseret kereta api wisata tidak kembali terjadi dan memakan korban jiwa di masa depan.(*)