Jambi, fajarharapan.id – Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD), Provinsi Jambi, resmi berganti nama menjadi Rumah Sakit Jiwa Kolonel Infantri H. Muhammad Syukur Provinsi Jambi.
Peresmian pergantian nama ini dilakukan oleh Gubernur Jambi Al Haris, selasa 17/9 di rumah sakit jiwa Jambi. Dalam sambutannya gubernur menyampaikan bahwa Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi merupakan satu-satunya pusat rujukan pelayanan kesehatan jiwa di Provinsi Jambi yang dibangun pada tahun 1983.
“Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi telah menjalankan fungsinya sebagai pelayan khusus kesehatan jiwa dan bertransformasi dengan pelayanan non-jiwa, dengan melengkapi berbagai fasilitas kesehatan,” sebut Al Haris.
Pemberian nama ini sudah melalui kajian yang cukup panjang, sebab pemerintah daerah sudah mulai mengganti nama-nama gedung, bangunan dengan nama-nama orang yang telah dianggap berjasa dan berjuang untuk Provinsi Jambi, seperti mantan-mantan pejabat Provinsi Jambi.
“Kita merubah nama Rumah Sakit Jiwa Daerah ini karena selama ini kebanyakan orang terkonotasi dengan namanya rumah sakit jiwa. Padahal rumah sakit ini juga melayani pengobatan lain seperti Poli Penyakit Dalam, Poli Bedah, Poli Anak, Poli Syaraf, Poli Rehabilitasi Medik, Poli Akupuntur, Poli Psikologi serta dilengkapi Instalasi Radiologi dan Laboratorium Klinis, Ruang Operasi, ICU, HCU, dan Gedung Manajemen,” ujar Al Haris.
Menurut Al Haris dengan adanya perubahan nama ini bisa mengubah mindset masyarakat soal rumah sakit jiwa, bukan hanya terfokus kepada pasien kejiwaan saja.
“Semoga dengan perubahan nama ini akan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Provinsi Jambi dan memberikan pelayanan yang berkualitas,” harap gubernur.
Gubernur menyebutkan, pemberian nama Rumah Sakit Jiwa Kolonel Infantri H. Muhammad Syukur dimaksud sebagai bentuk penghargaan atas jasa beliau dalam proses berkembangnya Provinsi Jambi.
Selanjutnya dikatakan bahwa Provinsi Jambi terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Rumah Sakit, baik peningkatan jumlah dokter spesialis maupun peralatan medis. Tujuan utama adalah jangan ada lagi warga Jambi yang berobat diluar negeri seperti Singapura dan Malaysia.(***)






