Jakarta – Amanda Manopo, sosok artis muda yang tengah bersinar dalam sinetron populer “Ikatan Cinta”, tidak hanya dikenal sebagai salah satu artis dengan honor tertinggi di industri hiburan Jakarta, tetapi juga sebagai sosok yang menginspirasi.
Bakat dan prestasi Amanda dalam dunia seni peran telah membuahkan hasil yang luar biasa. Honor sebesar Rp 133 juta per hari yang ia terima menjadikannya salah satu artis dengan penghasilan paling menggiurkan. Namun, dibalik gemerlap keberhasilannya, terdapat beban dan tanggungan yang tak terelakkan.
Meskipun menghadirkan penghasilan yang fantastis, Amanda tetap menjunjung tinggi nilai kerja keras. Ia harus berusaha keras untuk membayar berbagai cicilan yang harus diselesaikan setiap bulannya.
Rincian honor Amanda Manopo terkuak melalui unggahan video yang viral di TikTok, yang diunggah oleh akun @saepulwbs. Pertanyaan seputar gaji Amanda di sinetron “Ikatan Cinta” tersebut menjadi sorotan publik. Dalam video tersebut, rincian honor Amanda Manopo terungkap secara gamblang. Honor sebesar Rp 1.543 per detik, Rp 92.592 per menit, Rp5.555.555 per jam, dan mencapai puncaknya pada Rp 133.000.000 per hari.
Dengan demikian, Amanda Manopo mampu mengumpulkan kekayaan sekitar Rp 4 miliar per bulan hanya dari perannya dalam sinetron yang populer tersebut. Jika dihitung dalam setahun, jumlah pendapatan fantastisnya mencapai angka mencengangkan, yakni Rp 48 miliar.
Namun, tidak hanya melalui dunia sinetron, Amanda juga berhasil memperoleh pendapatan dari pekerjaannya sebagai bintang iklan, duta merek, dan endorse di media sosial. Keberhasilannya dalam berbagai bidang tersebut semakin melambungkan popularitas dan kekayaannya.
Namun, di tengah keberhasilan finansial yang luar biasa, Amanda Manopo dengan jujur mengakui bahwa ia juga menghadapi beban tanggungan yang tidak sedikit. Pernyataan Amanda mengenai cicilan-cicilan yang harus ia bayar menarik perhatian publik.
Dalam sebuah wawancara di saluran YouTube Pretty Women ID, Amanda dengan tulus memaparkan jumlah cicilan yang ia tanggung. Ia memiliki tanggungan cicilan untuk empat mobil, satu rumah, dua apartemen, kartu kredit orang tuanya, serta beragam tagihan lain seperti listrik dan sebagainya.
Pertanyaan seputar kekayaan Amanda juga muncul dalam wawancara tersebut. “Buat apa uang sebanyak itu?” tanya Rury Masrur.
Amanda dengan lugas membeberkan berbagai cicilan yang harus ia tanggung, yang tak terlepas dari keinginannya untuk memberikan kenyamanan bagi keluarganya, termasuk mengambil kredit untuk membeli empat mobil yang digunakan oleh anggota keluarganya.
Kisah Amanda Manopo tidak hanya memikat melalui gemerlap keberhasilannya, tetapi juga mengajarkan kita arti dari tanggung jawab dan kepedulian dalam menghadapi keseimbangan antara kekayaan dan beban hidup.(des)






