Blog  

Mahasiswa KKN Unes Melakukan Penanganan Terhadap Pasca Panen Trawberry di Nagari Balingka

Agam, fajarharapan.id – Mahasiswa Universitas Ekasakti (Unes) Padang melakukan pengabdian dalam bentuk sosialisasi penanganan pasca panen buah strawberry untuk dijadikan sebagai aneka produk olahan di Kantor Walinagari Balingka Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam, Selasa (20/08/2024)

Pengabdian mahasiswa terhadap petani strawberry,
itu, dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Unes tahun 2024 yang berlokasi di Nagari Balingka Kabupaten Agam.

Menurut Ketua kelompok pengabdian KKN Unes Adam, upaya yang dilaksanakan ini berdasarkan potensi strawberry yang dihasilkan petani, namun petani ketika musim panen kadang-kadang tidak terkelola dengan baik dan terbuang begitu saja.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan dan berkoordinasi dengan Dosen Pembimbing lapangan dan Walinagari, perlu diberikan solusi kepada petani agar tidak terlalu banyak mengalami kerugian hasil panen strawberry.

Terkait dengan hal itu, maka diadakan kegiatan pengabdian dan sosialisasi penanganan pasca panen buah strawberry dengan melakukan pengolahanl menjadi aneka produk olahan.

Dari hasil diskusi, diundang sejumlah nara sumber, yakni Koordinator Wilayah KKN Unes Wilayah Agam Prof. Dr. Ir. I Ketut Budaraga, M.Si, didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Meriati, MP dan Ketua Prodi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti Eddwina Aidilla Fitria, S.TP.M.Si bersama 23 orang anggota kelompok KKN.

Pada kesempatan tersebut, Walinagari diwakili Sekretaris Walinagari Balingka Dodi Saputra.S.Pd mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa KKN Unes yang telah memprakarsai membuat acara pengabdian kepada masyarakat (PKM) tentang masalah penanganan pasca panen buah strawberry dengan mengolah buah menjadi produk aneka olahan.

Katanya, Nagari Balingka terdiri dari 3 Jorong yaitu Jorong Pahambatan, Jorong Koto Hilalang, dan Jorong Subarang. Balingka identik dengan agrowisata dan pemandangan alam dikarenakan cuaca di Nagari Balingka yang cukup dingin.

Selain agrowisata dan pemandangan alamnya, Balingka juga terkenal dengan kulinernya yang sudah puluhan tahun dan lainnya punya potensi strawberry di daerah Jorong Pahambatan Nagari Balingka Kecamatan IV Koto Kabupaten agam sangat besar, hampir setiap petani memiliki kebun strawberry.

Selama ini buah strawberry hanya dijual segar dilokasi, namun kondisi penjualan segar kadang-kadang tidak stabil tergantung kepada masyarakat yang melakukan wisata tidak menentu sehingga produksi berlebih.

Produksi berlebih ini kadang membuat masyarakat petani rugi karena buah strawberry membusuk sehingga dibuang begitu saja.

Masyarakat petani belum melakukan pengolahan yang memadai karena keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki.

“Dengan adanya mahasiswa KKN Unes dengan mengundang Dosen Teknologi Hasil Pertanian, mudah-mudahan bisa memberikan solusi terhadap produksi buah strawberry yang berlebih,” harapnya.

Sementara itu, koordinator Wilayah KKN kabupaten Agam Prof.Dr.Ir. I Ketut Budaraga, MSi sekaligus sebagai Narasumber terkait pengolahan buah strawberry menjadi buah kering akan sangat menguntungkan bagi petani strawberry.

Buah strawberry kering yang dibuat dengan sistem pengeringan beku akan membuat buat strawberry awet bisa tahan sampai 15 tahun.

“Bahan baku pembuatan strawberry kering bisa berasal dari buah strawberry afkir yang tidak laku dijual,” ujarnya.

Adanya pengolahan ini akan menambah nilai tambah hasil petani strawberry.

Selain itu juga dihadirkan Eddwina Aidila Fitria,S.TP.MSi pemateri pengolahan buah straberry menjadi selai lembaran.

Pada kegiatan demonstrasi pemateri didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Ir. Meriati,M.P, kegiatan tersebut dibantu oleh mahasiswa KKN Universitas Ekasakti di Nagari Balingka, dalam rangka memantapkan hasil demontrasi melalui aplikasi pada roti.

Tanggapan pemilik lahan buah strawberry sangat senang dengan adanya pengabdian ini, permintaan salah satu peserta Aida Fitri agar kegiatan pengabdian ini terus berlanjut karena masyarakat petani strawberry dilapangan sangat butuh pendampingan dari perguruan tinggi.

Permasalahan yang dialami oleh masyarakat petani strawberry sangat komplek, mulai dari masalah budidaya, penanganan pasca panen, pengolahan, masalah perijinan sampai kepada pemasaran.

“Kalau kegiatan ini terus dilakukan dengan pendampingan mudah-mudahan bisa memberikan tambahan penghasilan buat petani strawberry di daerah Nagari Balingka,” tuturnya.(Rel/Unes)