Kotim  

Inovasi Baru Disdik Kotim, Magangkan Guru untuk Transisi Mulus PAUD ke SD

Sampit, fajarharapan.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur meluncurkan inovasi baru untuk mendukung program Transisi PAUD ke SD.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Disdik Kotim, Legendaria Okta Bellary Nusaku menyebutkan hal tersebut di Sampit, Jumat (7/6/2024).

Program ini bertujuan memastikan kelancaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. “Sebagai bagian dari PPDB tahun ini, kami akan melaksanakan kegiatan magang bagi guru untuk mendukung program Transisi PAUD ke SD,” kata Legendaria.

Ia menjelaskan bahwa transisi dari PAUD ke SD adalah proses penting di mana anak-anak beralih dari peran sebagai peserta didik PAUD menjadi peserta didik SD. Program Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan adalah gerakan nasional yang diinisiasi oleh Kemendikbud Ristek bersama Kemendagri dan Kemenag untuk memastikan anak-anak mendapatkan pembelajaran yang tepat.

“Program ini memastikan tidak ada patahan pembelajaran dari jenjang PAUD ke SD, sehingga peserta didik dapat menguasai kemampuan dasar yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila,” ujarnya.

Legendaria menyadari bahwa transisi ini penuh tantangan bagi anak-anak, mengingat mereka akan menghadapi lingkungan baru, tuntutan akademik yang lebih tinggi, dan tuntutan sosial yang berbeda.

“Anak-anak rentan merasa takut dan trauma ketika harus menyesuaikan dengan lingkungan baru, yang bisa membuat mereka minder dan bahkan rentan terhadap perundungan. Ini yang harus kita hindari,” tambahnya.

Kesadaran dan kerjasama antara guru PAUD dan guru SD kelas awal sangat penting untuk memastikan transisi ini berjalan lancar. Disdik Kotim berinovasi dengan mengerahkan guru SD kelas awal, yakni kelas 1, 2, dan 3, untuk melaksanakan magang di PAUD sebelum anak-anak lulus PAUD. Selain itu, guru PAUD juga akan membawa anak-anak ke SD untuk mengenal lingkungan sekolah dan cara belajar mengajarnya.

“Harapannya, ketika anak-anak melanjutkan pendidikan ke SD, mereka tidak kaget atau takut lagi karena sudah mengenal guru dan lingkungan sekolahnya,” jelas Legendaria.

Untuk mendukung inovasi ini, Disdik Kotim telah mengadakan pelatihan yang melibatkan guru PAUD dan guru SD kelas awal agar dapat menyamakan pemahaman. Legendaria berharap inovasi ini berjalan lancar dan memberikan hasil sesuai harapan.

“Kami akan mengeluarkan surat edaran terkait kebijakan guru magang ini sebelum kelulusan anak-anak PAUD. Jika tidak ada halangan, tahun ini akan menjadi tahun pertama pelaksanaan kebijakan tersebut,” pungkasnya.(audy)