Inovasi Transportasi, Taksi Udara untuk Jamaah Haji oleh Saudi Arabian Airlines

Arab Saudi siapkan taksi terbang untuk antar jamaah haji.
Arab Saudi siapkan taksi terbang untuk antar jamaah haji.

Jakarta Saudi Arabian Airlines bersiap mengoperasikan taksi udara untuk mengantarkan jamaah haji dari Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah hingga ke hotel di Mekkah.

Sebelumnya, Arab Saudi berencana memberikan layanan khusus kepada para jamaah haji tahun ini. Kini, rencana tersebut dapat terwujud dengan diluncurkannya sejumlah taksi udara yang akan mengantar para jamaah haji.

Video yang memperlihatkan uji coba taksi udara diunggah oleh akun Twitter @theholymosque. Video tersebut menampilkan desain dan fasilitas taksi udara tersebut.

“Ini dia ‘Taksi Udara’ yang akan mengangkut jemaah haji ke Mekkah, dengan kapasitas empat penumpang,” tulis @theholymosque dalam keterangan video tersebut.

Taksi udara tersebut memiliki desain mirip helikopter dengan buntut di bagian belakangnya. Namun, taksi udara ini dilengkapi dengan empat baling-baling di bagian tengah dan belakang.

Ada juga bagian untuk membawa barang bawaan jamaah haji yang terletak di buntut taksi udara. Di bagian dalamnya, kursi penumpang dibuat sederhana untuk mengurangi bobot.

Menurut laporan Khaleejtimes, Saudi Arabian Airlines adalah salah satu maskapai pertama di wilayah Mena yang berinvestasi dalam mobilitas udara berkelanjutan. Mereka berencana untuk membeli 100 Lilium Jets listrik penuh, pesawat lepas landas dan mendarat vertikal listrik dari Jerman (eVTOL).

Direktur Komunikasi Korporat dan Juru Bicara Saudia Group, Abdullah Al Shahrani, mengatakan bahwa maskapai tersebut siap menggunakan taksi udara sebagai moda transportasi baru selama musim haji.

Al Shahrani menjelaskan bahwa taksi udara tersebut dapat mengangkut empat hingga enam penumpang dengan jarak maksimal 250 km. Taksi udara ini juga dilengkapi dengan kabin unik yang menawarkan beberapa pilihan pengaturan kursi.

Saudia Group telah menandatangani kontrak untuk membeli 100 jet Lilium untuk antar-jemput antara bandara Jeddah dan landasan udara di hotel-hotel di Mekkah dekat Masjidil Haram dan tempat-tempat suci lainnya, menurut laporan media lokal.

Dengan operasional nol emisi, Lilium Jet akan memungkinkan perjalanan yang berkelanjutan dan menghemat waktu, sehingga memungkinkan maskapai penerbangan nasional memainkan peran dalam strategi pengembangan mobilitas udara berkelanjutan di negara tersebut.(BY)