Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi subsidi sepanjang tahun 2023 mencapai Rp269,6 triliun, mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencatatkan Rp252,8 triliun.
Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh realisasi subsidi non-energi yang meningkat, terutama subsidi pupuk dan subsidi bunga KUR.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa total belanja subsidi sebesar Rp269,9 triliun masih mengalami kenaikan tipis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, belanja subsidi energi tahun ini sebesar Rp164,3 triliun lebih rendah dari yang dianggarkan awalnya karena adanya penurunan harga bahan bakar minyak (BBM).
Saat itu, bendahara negara juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengambil berbagai langkah guna memastikan subsidi yang disalurkan sesuai dengan target yang ditetapkan.
“Kami kini melakukan pendataan untuk pengguna LPG 3 kg dengan penyaluran berbasis teknologi digital. Untuk pupuk, kami juga mendistribusikannya berdasarkan nama dan lokasi, sehingga kami dapat memastikan bantuan tepat sasaran kepada petani,” tambahnya.
Dia menambahkan bahwa terkait dengan BBM bersubsidi, Pertamina telah memiliki aplikasi MyPertamina untuk memastikan subsidi lebih tepat sasaran.
“Kami telah berhasil menyelesaikan semua keterlambatan pembayaran subsidi tahun-tahun sebelumnya dalam APBN. Termasuk untuk pupuk, kami akan selesaikan dengan baik,” jelasnya.
Sri Mulyani berharap bahwa dengan tindakan tersebut, posisi keuangan Pertamina dan PLN akan menjadi lebih sehat karena pemerintah telah melakukan pembayaran subsidi tepat waktu.(BY)






