Bukittinggi – Muhammad Arbi, salah satu korban selamat dari erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat, setelah menjalani perawatan intensif selama delapan hari di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM), kini telah diberi izin untuk pulang ke Pekanbaru, Riau.
Menurut Ns Wettriati, Kepala Ruangan Rawat Inap Bedah RSAM Bukittinggi, Arbi mengalami rasa nyeri pada bagian perut, patah tulang pada tangan kanan, dan luka bakar sekitar 10 persen di punggungnya. “Saat ini kondisinya sudah membaik jauh. Meskipun awalnya kondisinya kurang baik, sekarang sudah mencapai 75 persen perbaikan. Hanya tinggal penyembuhan akhir yang perlu dilakukan,” ungkap Ns Wettriati.
Muhammad Arbi, seorang mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek) dari Universitas Riau (UNRI), merupakan salah satu dari tiga korban yang menjalani perawatan di RSAM Bukittinggi setelah Gunung Marapi meletus pada Minggu (3/12/2023) lalu.
Arbi tiba di Pekanbaru sekitar pukul 10.54 WIB dan menjadi korban terakhir yang pulang dari total tiga orang yang dirawat di RSAM Bukittinggi. Dua korban lainnya, yaitu Muhammad Ridho Kurniawan dan Aditya Sukirno Putra, juga asal Riau, sudah pulang pada Jumat (8/12/2023).
Mereka berada di cadas di bawah Tugu Abel saat letusan terjadi dan sudah mulai turun. Namun, karena erupsi yang cepat dan dahsyat, mereka terpaksa berlarian menjauh dari puncak. Serbuan material erupsi, seperti batuan, abu, dan awan panas, menghantam mereka saat berusaha melarikan diri. Dari tujuh anggota rombongan tersebut, hanya tiga yang selamat, termasuk Arbi, sementara empat lainnya meninggal dunia.
Evakuasi keseluruhan korban, yang melibatkan 75 orang pendaki Gunung Marapi, telah dilaksanakan oleh Tim SAR Gabungan dan relawan. Sayangnya, 23 di antaranya menjadi korban meninggal dunia.(des)






