Padang  

Komunikasi Intensif dengan Asuransi, BKSDA Sumbar Siap Sampaikan Solusi bagi Pendaki Terdampak Marapi

BKSDA Sumbar
Pantauan erupsi Gunung Marapi dari Kabupaten Tanahdatar.

Padang – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berusaha agar para korban erupsi Gunung Marapi mendapatkan santunan atau klaim asuransi.

“Pada saat ini, BKSDA Provinsi Sumbar dan KLHK tengah melakukan upaya dan berkomunikasi dengan pihak asuransi terkait kejadian bencana alam di Gunung Marapi terkait klaim asuransi bagi para pendaki,” kata Pelaksana Harian (Plh) BKSDA Provinsi Sumbar.

Indriati menjelaskan bahwa sejak terjadinya erupsi pada Minggu (3/12/2023), Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem melalui BKSDA Provinsi Sumbar, sebagai pengelola, telah dan terus melakukan upaya terbaik bagi korban.

Upaya tersebut melibatkan koordinasi dengan PT Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha (Amanah Githa) untuk memberikan asuransi atau santunan kepada para korban erupsi gunung api.

Dian menyampaikan bahwa apabila pembicaraan dengan pihak asuransi menemukan solusi, BKSDA Sumbar akan segera memberitahu para pendaki yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Mohon doanya, dan BKSDA akan segera menyampaikan hasil komunikasi dengan pihak asuransi,” tambahnya.

Dalam perjanjian asuransi, sebetulnya tidak ada jaminan untuk menanggung korban jika disebabkan oleh bencana alam atau cedera akibat latihan militer. Meskipun demikian, BKSDA tetap berupaya agar klaim asuransi dapat diajukan oleh korban atau ahli waris.

Asuransi diberikan kepada korban apabila terjadi kecelakaan, patah tulang, kematian, atau kejadian saat pendakian. Namun, sebagai tindakan kemanusiaan, BKSDA berusaha agar klaim asuransi dapat diakomodasi.(des)