Jakarta – Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menarik minat investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Badan Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat adanya surat pernyataan minat dari para investor yang berkeinginan terlibat dalam pembangunan IKN Nusantara.
Sebanyak 260.000 hektar lahan di Provinsi Kalimantan Timur telah dialokasikan untuk pembangunan kota ini, memiliki luas hampir empat kali lipat dari Ibu Kota Jakarta yang padat dan perlahan-lahan terancam oleh air.
Sepuluh investor yang menunjukkan minat adalah Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinarmas, Pulauintan, Adaro Group, Barito Pacific, Mulia Group, Astra Group, Kawan Lama Group, dan Alfamart Group.
Selain konsorsium investor tersebut, beberapa pihak juga terlibat dalam pembangunan sektor perhotelan, mal, rumah sakit, pendidikan, dan perkantoran. Sesuai dengan namanya, Ibu Kota Nusantara juga akan memiliki Hotel Nusantara.
Pada bulan September, Presiden Jokowi bersama beberapa orang terkaya di Indonesia menghadiri upacara peletakan batu pertama Hotel Nusantara. Saat itu, ia mengumumkan bahwa beberapa konsorsium perusahaan akan menginvestasikan USD1,3 miliar atau sekitar Rp20,155 triliun untuk pembangunan serba guna.
Hotel ini merupakan yang pertama dari lima hotel yang direncanakan untuk proyek ini, yang juga akan melibatkan mal dan perkantoran. Konsorsium ini melibatkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan di bidang hotel, seperti Robert Budi dan Michael Hartono, pemilik Grup Djarum yang mengoperasikan Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, keluarga Widjaja, pemilik Grand Hyatt Jakarta, dan Eddy Katuari yang membangun Apurva Kempinski Bali.
Meskipun pemerintah mengklaim bahwa hampir 300 perusahaan di seluruh dunia tertarik untuk berinvestasi di IKN, kesepakatan sebagian besar belum tercapai.
Proyek mega ini bernilai USD32 miliar atau sekitar Rp496 triliun (kurs Rp15,502), yang telah menjadi fokus Presiden Joko Widodo sejak 2019. Pembangunan proyek ini direncanakan dalam lima tahap hingga tahun 2045, dengan tahap pertama dimulai pada tahun 2022 dan diharapkan selesai tahun depan.
Menjelang pemilihan presiden pada bulan Februari mendatang, Presiden Jokowi semakin gencar mempromosikan ide kota cerdas masa depan yang ramah lingkungan di IKN. Pada bulan Juni, ia melakukan lobbying kepada beberapa investor di Singapura dan menyebut IKN sebagai ‘peluang emas’.
Tak hanya dari dalam negeri, investor dari luar negeri juga menunjukkan minat untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN. Data dari OIKN mencatat bahwa terdapat 172 perusahaan Indonesia, 27 perusahaan Singapura, 25 perusahaan Jepang, 9 perusahaan Malaysia, dan 19 perusahaan China yang menunjukkan minat untuk berinvestasi di IKN Nusantara.(BY)






