Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) telah menandatangani kontrak konstruksi terintegrasi untuk proyek Rumah Susun ASN 2 di West Residence, Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur (Kaltim).
Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menjelaskan bahwa nilai investasi proyek ini mencapai Rp1,488 triliun, melibatkan pekerjaan perencanaan, konstruksi, hingga pemeliharaan. Waktu pelaksanaan proyek diestimasikan selama 464 hari atau 15 bulan.
Dalam upaya menghasilkan proyek smart building yang berorientasi pada lingkungan, Hutama Karya menerapkan sejumlah teknologi digital konstruksi. Sebagai contoh, pembangunan struktur menggunakan sistem aluminium formwork sebagai pengganti bekisting konvensional.
Penggunaan sistem ini, tambah Tjahjo, akan mempercepat siklus pengecoran menjadi hanya 6 hari, dapat dipantau secara digital, dan bersifat ramah lingkungan karena dapat mengurangi pemborosan bahan.
Untuk mengurangi konsumsi listrik, rumah susun ini akan dilengkapi dengan panel surya dan sistem on grade.
Gedung tersebut juga akan dilengkapi dengan sistem smart building yang dapat dikendalikan melalui perangkat gawai. Setiap gedung, yang terdiri dari 12 lantai dengan lantai 1-2 sebagai podium yang menyediakan fasilitas umum seperti tempat olahraga dan ruang publik, sedangkan lantai 4-10 digunakan sebagai hunian.
Kementerian PUPR sendiri tengah membangun total 47 gedung rumah susun untuk ASN dan pegawai Pertahanan dan Keamanan (Hankam) di lahan seluas 45,91 hektar dengan kapasitas sebanyak 2.820 unit.(BY)






