Kementerian Perhubungan – Kementerian Perhubungan telah memastikan bahwa erupsi Gunung Marapi tidak mengganggu operasional Bandara Internasional Minangkabau. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah melakukan serangkaian pemeriksaan terkait infrastruktur dan operasional penerbangan di bandara tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, M. Kristi Endah Murni, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi Ash Notice to Airmen (Ashtam) dari AirNav Indonesia pada 6 Desember 2023 pukul 07:30 WIB, sebaran abu vulkanik terdeteksi mengarah ke barat daya dengan ketinggian flight level 150. Namun, data dari aplikasi System of Indonesian Aviation Meteorology (SIAM) BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik tidak mencapai Bandara Internasional Minangkabau.
Kristi menambahkan bahwa pengujian secara kasat mata dengan paper test juga dilakukan untuk memastikan tidak adanya abu vulkanik di area Bandara Internasional Minangkabau.
Sejak laporan erupsi Gunung Marapi, Kristi telah memerintahkan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang untuk melakukan koordinasi intensif dengan semua pemangku kepentingan penerbangan. Tujuannya adalah melakukan mitigasi terhadap pelayanan lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau untuk menghindari area terdampak abu vulkanik.
Ditjen Hubud telah membangun sistem teknologi informasi berbasis web, I-WISH (Integrated Webbased Aeronautical Information System Handling), sejak tahun 2019 untuk menyediakan informasi aeronautika terpadu terkait penanganan erupsi gunung berapi dan dampak abu vulkanik terhadap operasi keselamatan penerbangan. Sistem ini melibatkan pemangku kepentingan seperti Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Kantor Otoritas Bandar Udara, Badan Usaha Angkutan Udara/Airlines, Badan Usaha Bandar Udara dan Penyelenggara Bandar Udara. Melalui sistem I-WISH, mereka dapat berkolaborasi dalam pengambilan keputusan bersama (CDM – Collaborative Decision Making) terkait penanganan abu vulkanik.(BY)






