IKN Nusantara: Smart City dan Model Pertanian Terbaik Menghijaukan Indonesia

Konsep pembangunan IKN Nusantara.
Konsep pembangunan IKN Nusantara

Jakarta – Pemerintah Indonesia memperkenalkan konsep revolusioner untuk membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Proyek ambisius ini menggabungkan gagasan Smart City dengan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan, menjadikannya sebagai model pertanian terbaik dan city forest terbesar di Indonesia.

  1. Visi “Smart, Green, Beautiful, dan Sustainable”Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkary, mengungkapkan bahwa IKN memiliki visi sebagai kota pintar yang berkelanjutan. Dengan konsep “Smart, Green, Beautiful, dan Sustainable,” IKN akan menjadi tempat yang sehat, efisien, dan ramah lingkungan. Konsep forest city akan mendominasi, dengan 65% dari total luas sebagai area hutan tropis, menciptakan harmoni antara perkembangan kota dan alam.
  2. Persiapan Generasi Emas 2045Alimuddin, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi muda sebagai pemilik dan penerus IKN. Fokus tidak hanya pada infrastruktur dan ekonomi, melainkan juga pada pendidikan berbasis konsep Future Smart Forest City. Tujuannya adalah menciptakan generasi emas pada tahun 2045 yang tidak hanya pintar secara teknologi tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan dan budaya yang tinggi.
  3. Kolaborasi dengan Microsoft untuk Smart CityUntuk mewujudkan konsep smart city, Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menjalin kemitraan strategis dengan Microsoft. Bambang, perwakilan OIKN, menyatakan bahwa kerjasama ini akan membantu IKN menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Microsoft berkomitmen memberikan dukungan dalam pengembangan teknologi energi baru terbarukan, sistem kendaraan listrik, dan kendaraan otonom. Selain itu, mereka akan berperan dalam meningkatkan literasi digital melalui pelatihan-pelatihan.
  4. Rembuk Tani untuk Keberlanjutan PertanianOIKN aktif memastikan keberlanjutan pertanian dengan menggelar “Rembuk Tani.” Acara ini diinisiasi oleh Direktorat Ketahanan Pangan Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN. Dalam kegiatan ini, 25 petani dari empat kecamatan di wilayah IKN berpartisipasi, menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan pertanian yang berkelanjutan. Ini melibatkan penyusunan kelembagaan petani, pendataan petani, serta rekomendasi lahan dan potensi produksi untuk mencapai kemandirian pangan.

Dengan langkah-langkah ini, IKN Nusantara membuktikan komitmen Indonesia untuk menjadi pelopor kota pintar dan berkelanjutan, menandai awal dari era baru pembangunan yang memadukan teknologi, keberlanjutan, dan kearifan lokal.(BY)