Perdana! Pemko Pariaman Luncurkan Transformasi Posyandu Berbasis SPM

Kota Pariman – Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat meluncurkan transformasi pelayanan Posyandu berbasis Standar Pelayanan Mininal (SPM). Sebelumnya hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, kini menjadi Posyandu berbasis enam SPM.

Posyandu berbasis layanan enam SPM tersebut diresmikan Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman, Mulyadi di Desa Cubadak Mentawai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Selasa (6/10/2026).

Wawako Mulyadi memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Cubadak Mentawai beserta seluruh kader posyandu yang telah menunjukkan komitmen kuat sebagai percontohan.

“Kesuksesan program ini memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah kota, kecamatan, desa, kader PKK, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat,” kata dia.

​Selain peluncuran Posyandu enam SPM, kegiatan ini juga dirangkai dengan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan tema “Ayo Gas Aktifkan Posyandu” melalui Sehat TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

“Kita harus mampu mendorong masyarakat agar peduli terhadap kebersihan lingkungan demi mewujudkan masyarakat yang sehat secara paripurna,”ujarnya.

Desa Cubadak Mentawai terpilih sebagai pilot project atau desa percontohan pertama penerapan Posyandu 6 SPM di Kota Pariaman.

“Pemko Pariaman menargetkan keberhasilan model pelayanan di Desa Cubadak Mentawai ini agar dapat segera direplikasi dan diadaptasi oleh 71 desa serta kelurahan lainnya di seluruh wilayah Kota Pariaman” tegas Mulyadi.

Melalui transformasi ini, sebutnya, Posyandu diharapkan tidak lagi hanya berfokus pada kesehatan saja, melainkan menjadi pusat pelayanan masyarakat yang terpadu untuk menjawab berbagai kebutuhan dasar warga secara menyeluruh.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Pariaman, Ny.Yosneli Balad menjelaskan bahwa Posyandu yang mulanya hanya berfokus pada bidang kesehatan ibu dan anak. “Kini telah bertransformasi sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu,” jelas Yosneli.

Dia menyebut bahwa adapun 6 bidang SPM terintegrasi di Posyandu meliputi, bidang kesehatan seperti pelayanan dasar bagi ibu, anak, dan seluruh lapisan masyarakat. Bidang Pendidikan meliputi layanan pendukung pendidikan anak usia dini dan warga belajar.

Kemudian, bidang pekerjaan umum akan melayani penanganan dan penyediaan sarana dasar lingkungan, bidang perumahan rakyat terkait penataan kawasan permukiman yang sehat dan layak, bidang trantibum linmas akan mewujudkan lingkungan desa yang aman, tertib, dan terlindungi serta bidang sosial akan meberikan dukungan terhadap pemenuhan pelayanan dasar sosial warga.

Peluncuran Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Desa Cubadak Mentawai, juga dihadiri Wakil Ketua I TP Posyandu, Ny.Dina Mulyadi, Wakil Ketua II TP Posyandu Ny. Nelvia Azhar, Kepala OPD dilingkungan Pemko Pariaman, Camat dan Kader Posyandu se-Kota Paariaman.

“Dengan berjalannya konsep baru ini, Posyandu kini bertransformasi menjadi pusat pelayanan terpadu. Sehingga mampu menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat secara menyeluruh, tidak lagi terbatas pada sektor kesehatan semata,” katanya.(mak)