Padang  

LPTQ Padang Perkuat Pembinaan Kafilah Lewat Program 3T

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memimpin rapat koordinasi
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memimpin rapat koordinasi

Padang – Pemerintah Kota Padang mulai menyiapkan perubahan besar dalam pola pembinaan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), Pemko Padang akan menerapkan sistem pembinaan yang lebih terencana dan berkelanjutan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap hasil yang diraih Sumatera Barat pada MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, yang baru saja berakhir. Pemko Padang menilai pola pembinaan yang hanya dilakukan menjelang perlombaan perlu ditinggalkan, terutama karena pelaksanaan MTQ ke depan direncanakan berlangsung setiap tahun.

Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi dan evaluasi yang berlangsung di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Sabtu (26/9/2026). Rapat tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Padang sekaligus Ketua Umum LPTQ Kota Padang, Maigus Nasir.

Sejumlah unsur terkait turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis, Ketua FKUB Salmadanis, Ketua FKDT Syaifuddin Zuhri, perwakilan Baznas, serta jajaran pengurus LPTQ Kota Padang.

Maigus mengatakan, Kota Padang perlu mengambil peran lebih besar dalam upaya meningkatkan prestasi Sumatera Barat di tingkat nasional. Menurutnya, penyelenggaraan MTQ yang semakin rutin membutuhkan pola pembinaan yang dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara konsisten.

Ia menegaskan, pembinaan calon kafilah tidak boleh lagi hanya dilakukan ketika agenda MTQ sudah semakin dekat. Sebaliknya, proses tersebut harus menjadi bagian dari pendidikan keagamaan yang berlangsung secara berjenjang.

“Persiapan kafilah tidak boleh lagi bersifat momentum. Kita ingin membangun pendidikan yang sistematis dan berkelanjutan, dimulai dari masjid dan musala, kemudian tingkat kelurahan dan kecamatan, hingga pembinaan lebih lanjut di tingkat kota melalui Quran Center,” kata Maigus.

Untuk merealisasikan konsep tersebut, LPTQ Kota Padang akan mengintegrasikan pembinaan tilawatil Quran dengan program Smart Surau. Salah satu fokus utama yang akan diperkuat adalah program 3T, yakni Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz.

Program tersebut diharapkan mampu menemukan potensi generasi muda sejak tingkat paling dasar. Penjaringan akan dilakukan melalui lembaga pendidikan Al-Qur’an, seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TQA) serta Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDTA/MDTW).

Maigus menjelaskan, anak-anak yang memiliki kemampuan dan potensi akan diseleksi untuk kemudian mendapatkan pembinaan secara bertahap. Dengan demikian, proses mencetak calon kafilah dapat berjalan sepanjang tahun dan tidak bergantung pada momentum pelaksanaan MTQ.

“Melalui program 3T, kami berharap bisa menemukan calon-calon kafilah dari tingkat bawah. Mereka yang memiliki potensi akan direkrut dan dibina secara berjenjang, sehingga pembinaan tilawatil Quran terus berjalan dan tidak hanya dilakukan menjelang MTQ,” ujarnya.

Selain penguatan program 3T, Pemko Padang juga menyiapkan konsep pembinaan jangka panjang melalui pembangunan Pondok Al-Qur’an di tingkat kelurahan. Peserta yang berhasil melewati tahapan seleksi di tingkat kelurahan dan kecamatan nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan secara terpusat di Quran Center tingkat kota.

Rencana tersebut ditargetkan mulai dikembangkan pada 2027. Pemko Padang berharap keberadaan Pondok Al-Qur’an dan Quran Center dapat memperluas jangkauan pembinaan sekaligus memperkuat sistem pencarian dan pengembangan bakat generasi Qurani.

“Pada 2027 kami merencanakan peluncuran Pondok Al-Qur’an dan Quran Center untuk memperluas pembinaan yang telah diperkuat melalui program 3T. Dari sana, anak-anak yang memiliki bakat dan potensi akan dijaring untuk mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan,” tutur Maigus.

Dengan pola pembinaan dari tingkat kelurahan hingga kota tersebut, Pemko Padang berharap dapat melahirkan lebih banyak generasi berprestasi di bidang tilawatil Quran. Kota Padang juga diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan prestasi Sumatera Barat pada ajang MTQ tingkat nasional.

Maigus menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan Al-Qur’an di Kota Padang.(des*)