Sumut  

Pilu, Tiga Anak Jainul Tak Sekolah, Tommy Raymen Turun Tangan Bantu Pengobatan hingga Pendidikan

.

Labuhanbatu, Fajarharapan.id – Kisah pilu keluarga Jainul Bahri Siregar (43) dan Sartika Dewi (31), warga Jalan Kandis, Gang Ikhlas, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, menggugah kepedulian anggota DPRD Labuhanbatu, Tommy Raymen.

Jainul bersama istrinya dan lima orang anak harus menjalani kehidupan dalam keterbatasan ekonomi. Mereka tinggal di sebuah rumah yang masih disewa.

Dari lima anak tersebut, tiga di antaranya seharusnya sudah mengenyam pendidikan. Namun, keterbatasan ekonomi membuat ketiganya hingga kini belum dapat bersekolah.

Kondisi keluarga tersebut semakin memprihatinkan setelah Jainul mengalami gangguan penglihatan. Selama sekitar tiga bulan terakhir, matanya mengalami rabun hingga membuatnya kesulitan beraktivitas dan tidak mampu bekerja seperti biasanya.

Padahal, Jainul menjadi salah satu tumpuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mendengar kondisi tersebut, Tommy Raymen mendatangi langsung kediaman keluarga Jainul pada Rabu (9/9/2026) malam.

Tommy datang membawa makanan untuk makan malam keluarga serta bakso bakar. Namun, kedatangannya tidak hanya untuk memberikan bantuan makanan.

Setelah melihat langsung kondisi keluarga tersebut, Tommy menyatakan akan membantu pengobatan Jainul agar segera mendapatkan penanganan medis.

“Iya, sementara kita siapkan data administrasi kependudukannya, kemudian BPJS agar bisa segera dilakukan tindakan medis,” ujar Tommy.

Menurut Tommy, persoalan kesehatan Jainul menjadi salah satu hal yang harus segera ditangani. Sebab, kondisi penglihatan tersebut membuat Jainul tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Selain pengobatan, Tommy juga memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak-anak Jainul.

Ia berkomitmen membantu kelima anak tersebut agar dapat memperoleh pendidikan melalui kolaborasi dengan Ustaz Marasakti yang memiliki Sekolah Robbani.

“Anak-anak ini harus tetap punya kesempatan untuk sekolah. Jangan sampai keterbatasan ekonomi orang tua membuat mereka kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan,” kata Tommy.

Tommy juga akan membantu mengurus administrasi kependudukan keluarga tersebut yang selama ini belum lengkap. Kelengkapan dokumen tersebut diharapkan dapat memudahkan keluarga Jainul mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan maupun bantuan lainnya.

Tidak berhenti di situ, Tommy menyatakan akan membantu memperpanjang rumah sewa yang ditempati keluarga Jainul selama empat bulan.

Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk token listrik, juga akan diberikan guna meringankan beban keluarga tersebut.

“Kita akan coba bantu apa yang memang menjadi kebutuhan mendesak mereka. Yang paling penting sekarang bagaimana Jainul bisa segera mendapatkan pengobatan, anak-anaknya bisa sekolah, dan kebutuhan dasar keluarganya juga terbantu,” ujar Tommy.

Tommy berharap, setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi penglihatan Jainul dapat membaik sehingga ia kembali mampu bekerja dan menjadi tumpuan bagi istri serta kelima anaknya.