Kapuas  

Karhutla Kapuas Makin Tak Terkendali, 1.739 Titik Panas Terdeteksi, BPBD Akui Kesulitan Air

Kuala Kapuas, fajarharapan.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, semakin mengkhawatirkan. Kondisi kebakaran disebut sudah sulit dikendalikan, sementara jumlah titik panas terus terdeteksi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pembaruan hingga Minggu (30/8/2026), sebanyak 1.739 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kabupaten Kapuas. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap kualitas udara yang saat ini berada pada kategori tidak sehat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran Sojuaon Pandiangan, S.Hut., M.M., mengatakan kondisi karhutla saat ini sangat tidak terkendali. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (31/8/2026).

“Saat ini kondisi karhutla sangat tidak terkendali kebakarannya. Update kemarin, 30 Agustus, titik panas ditemukan di Kapuas sebanyak 1.739, dengan kualitas udara tidak sehat,” jelas Pangeran.

Untuk menangani kondisi tersebut, petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi. BPBD Kapuas bersama TNI/Polri, Dinas Damkar, Manggala Agni, KPHL, pihak kecamatan, desa hingga pemadam kebakaran mandiri telah dikerahkan.

Namun, proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala serius, terutama terkait ketersediaan sumber air. Petugas kesulitan menemukan air yang dapat digunakan untuk memadamkan api di titik-titik kebakaran.

“Kami BPBD bersama TNI/Polri, Dinas Damkar, Manggala Agni, KPHL, kecamatan, desa, Damkar Mandiri sudah optimal melakukan pemadaman api,” ujarnya.

Pangeran menjelaskan, keterbatasan air membuat petugas harus menerapkan strategi lain untuk mencegah api semakin meluas. Salah satunya dengan melakukan pemblokadean agar kobaran api tidak menjalar ke permukiman penduduk.

“Kita saat ini terkendala air. Air sangat sulit ditemukan saat melakukan pemadaman pada titiknya. Kami hanya bisa melakukan pemadaman dengan memblokade agar api tidak menjalar ke pemukiman penduduk,” lanjutnya.

Di tengah kondisi tersebut, BPBD Kapuas mengimbau seluruh unsur dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak, terutama untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi permukiman warga. Dengan ribuan titik panas dan kualitas udara yang tidak sehat, kondisi karhutla di Kapuas saat ini menjadi perhatian serius.(Fjr)