Perumda AM Padang Pilih Air Tetap Mengalir daripada Mati Total, Pelanggan Diminta Bersabar hingga Rehabilitasi Selesai

Perumda AM Kota Padang menyampakan permintaan maaf pasca keluhan air keruh akibat rehabilitasi IPA Gunung Pangilun
Perumda AM Kota Padang menyampakan permintaan maaf pasca keluhan air keruh akibat rehabilitasi IPA Gunung Pangilun

Padang, fajarharapan.id – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang memastikan proses rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun terus berjalan sebagai bagian dari upaya mengembalikan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat. Di tengah pekerjaan tersebut, perusahaan memilih tetap menyalurkan air kepada pelanggan meski kualitasnya belum sepenuhnya pulih.

Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengatakan keputusan untuk mempertahankan distribusi air diambil agar pelanggan tidak mengalami penghentian layanan dalam waktu yang cukup lama. Menurutnya, apabila instalasi dihentikan sepenuhnya selama proses rehabilitasi, ribuan pelanggan berpotensi tidak memperoleh pasokan air selama kurang lebih tiga bulan.

“Kami memahami adanya keluhan masyarakat terkait kondisi air yang masih keruh. Namun pilihan yang kami ambil adalah memastikan air tetap mengalir sambil proses rehabilitasi berlangsung, sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, kerusakan pada IPA Gunung Pangilun merupakan dampak banjir bandang yang melanda Kota Padang pada penghujung 2025. Bencana tersebut menyebabkan tingginya sedimentasi dan material lumpur yang masuk ke Sungai Batang Kuranji, sumber air baku utama instalasi pengolahan tersebut.

Kondisi itu membuat proses produksi air bersih menjadi jauh lebih kompleks. Tingkat kekeruhan air meningkat tajam sehingga pengolahan membutuhkan waktu lebih lama, penggunaan bahan kimia bertambah, dan kapasitas produksi mengalami penurunan. Di sisi lain, usia instalasi yang telah beroperasi sejak 1957 menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi perubahan kualitas air baku yang semakin ekstrem.

Untuk menjaga agar pelayanan tetap berjalan, Perumda AM meningkatkan intensitas pemeliharaan di seluruh jaringan distribusi. Pembersihan filter dan reservoir kini dilakukan lebih sering dibanding sebelumnya, begitu juga pencucian jaringan pipa yang ditingkatkan frekuensinya guna mengurangi endapan lumpur yang terbawa aliran air.

Meski kualitas air di beberapa wilayah pelayanan masih mengalami penurunan, Hendra menegaskan bahwa air yang disalurkan tetap memenuhi standar sebagai air bersih. Namun, selama proses rehabilitasi berlangsung, masyarakat disarankan menggunakan air tersebut untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan sanitasi, sementara untuk konsumsi sebaiknya menggunakan air yang telah diolah atau dimasak hingga benar-benar aman.

Saat ini rehabilitasi dan rekonstruksi IPA Gunung Pangilun masih dikerjakan oleh PT Hutama Karya melalui pendanaan APBN. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Setelah seluruh pekerjaan rampung, kapasitas dan kualitas produksi air bersih diharapkan kembali optimal sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berlangsung lebih baik.

Perumda AM Kota Padang berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi. Perusahaan menegaskan akan terus melakukan berbagai langkah percepatan agar rehabilitasi selesai sesuai jadwal, sehingga pelanggan kembali memperoleh layanan air bersih yang lebih jernih, stabil, dan berkualitas.(Des)