Labuhanbatu, Fajarharapan.id – Universitas Labuhanbatu (ULB) terus memperkuat perannya sebagai kampus yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pelestarian budaya lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Tari Melayu II Tahun 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-28 Universitas Labuhanbatu.
Festival yang berlangsung pada 22–23 Juli 2026 di Auditorium Dr. H. Amarullah Nasution, SE., MBA ini secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Labuhanbatu, Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution, Ph.D.
Dalam sambutannya, Ade Parlaungan menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, termasuk perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, Festival Tari Melayu bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Melalui festival ini, kami ingin menanamkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Generasi muda harus menjadi pelaku sekaligus penjaga warisan budaya agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, Universitas Labuhanbatu akan terus menjadikan Festival Tari Melayu sebagai agenda tahunan. Selain menjaga eksistensi seni tari Melayu, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit penari berbakat yang dapat membawa nama baik Labuhanbatu Raya di tingkat yang lebih tinggi.
Menurut Ade, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta kecintaan terhadap budaya daerah.
“Budaya adalah jati diri bangsa. Ketika generasi muda mengenal budayanya, mereka akan memiliki karakter yang kuat sekaligus mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas lokal,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Festival Tari Melayu II Tahun 2026, Agustina Nasution, S.Pd., M.Pd., melaporkan bahwa festival diselenggarakan tanpa dipungut biaya sebagai bentuk dukungan Universitas Labuhanbatu terhadap pembinaan seni budaya di kalangan pelajar.
Sebanyak 30 tim tari dari 15 SMA, SMK, dan MA se-Labuhanbatu Raya ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Para peserta menampilkan tiga tarian wajib, yakni Lenggang Patah Sembilan dengan musik Kuala Deli, Mak Inang Pulau Kampai, dan Serampang Dua Belas, serta satu tarian pilihan yang terdiri atas Tanjung Katung, Cik Minah Sayang, atau Anak Kala.
Penampilan peserta dinilai oleh lima dewan juri, yakni Praida Hansya, S.Ag., M.A., Fitriani Pohan, S.Pd., Askiani Tanjung, S.Pd.I., Zulfadli Nasution, M.Pd., dan Irwan Syah Tanjung. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek wiraga, wirasa, wirama, kekompakan, serta kostum.
Selama dua hari pelaksanaan, setiap tim menampilkan performa terbaiknya sehingga menciptakan suasana kompetisi yang semarak sekaligus menjadi hiburan bagi tamu undangan, guru pendamping, dan masyarakat yang hadir.
Dalam acara penutupan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata Kabupaten Labuhanbatu, Syaipul Rahman Pulungan, S.I.P., yang mewakili Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Universitas Labuhanbatu menyelenggarakan Festival Tari Melayu untuk kedua kalinya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian budaya Melayu sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat di bidang seni.
Ia juga berharap kolaborasi antara Universitas Labuhanbatu dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, khususnya melalui Disporabudpar, dapat terus ditingkatkan dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan positif di bidang olahraga maupun kebudayaan.
Selain Festival Tari Melayu, Universitas Labuhanbatu juga telah menggelar berbagai perlombaan dalam rangka Dies Natalis ke-28, seperti Tournament Bola Voli tingkat SLTA/sederajat, Festival Marching Band, Lomba Cerdas Cermat, serta Lomba Debat Bahasa Inggris. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen ULB dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.
Pada akhir perlombaan, dewan juri menetapkan para pemenang berdasarkan Surat Keputusan Dewan Juri Festival Tari Melayu Nomor: 002/Panpel/Festival Tari/VII/2026 tanggal 23 Juli 2026 tentang Penetapan Pemenang Festival Tari Melayu II Tahun 2026 Universitas Labuhanbatu.
Adapun para pemenang Festival Tari Melayu II Tahun 2026 adalah sebagai berikut:
* Juara I: NPP 19 MAN LABUHANBATU dengan Nilai 457 + Uang Pembinaan Rp 5 Juta, Trophy Bergilir, Trophy Juara I dan Sertifikat
* Juara II: NPP 10 SMA NEGERI 2 RANTAU SELATAN dengan Nilai 446 + Uang Pembinaan Rp 4 Juta, Trophy Juara II dan Sertifikat
* Juara III: NPP 26 SMA NEGERI 1 PANAI HULU dengan Nilai 443 + Uang Pembinaan Rp 3 Juta, Trophy Juara III dan Sertifikat
* Harapan I: NPP 14 SMA NEGERI 1 PANAI HULU dengan Nilai 442+ Uang Pembinaan Rp 2Juta, Trophy Juara Harapan I dan Sertifikat
* Harapan II: NPP 05 MAN LABUHANBATU dengan Nilai 440 + Uang Pembinaan Rp 1 Juta, Trophy Juara Harapan II dan Sertifikat
* Harapan III: NPP 01 SMA NEGERI 2 RANTAU UTARA dengan Nilai 398 + Uang Pembinaan Rp 750.000, Trophy Juara Harapan III dan Sertifikat
Sebagai penilaian tambahan Best Costume diraih oleh NPP 19 MAN LABUHANBATU







