Kabupaten Semarang — Raut bahagia memancar dari wajah Imam Sudayat, warga Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Pada Jumat (24/7/2026), hunian miliknya yang sebelumnya masuk dalam kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kini resmi mulai mendapatkan penanganan dan perbaikan agar lebih aman serta nyaman untuk ditempati.
Kondisi rumah Pak Imam sebelumnya memang terbilang cukup memprihatinkan. Beberapa bagian dinding tempat tinggalnya masih terbuat dari susunan kayu dan bambu yang mulai lapuk dimakan usia, sementara atap rumahnya sering kali mengalami kebocoran saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Sejak jumat pagi, suasana di area kediaman Pak Imam sudah tampak riuh oleh kehadiran warga dan relawan. Mereka berkumpul membawa berbagai perlengkapan tukang untuk memulai pengerjaan tahap awal pembongkaran bagian struktur rumah yang dinilai sudah rawan roboh.
Pengerjaan renovasi ini difokuskan pada penguatan pondasi, penggantian material dinding menjadi lebih permanen, serta pembenahan kerangka atap. Langkah tersebut dilakukan agar bangunan rumah milik Pak Imam memiliki ketahanan struktur yang lebih kokoh dan tahan terhadap cuaca buruk.
Selain struktur utama bangunan, penataan pencahayaan dan sirkulasi udara juga menjadi perhatian penting dalam proyek rehab ini. Pembuatan jendela baru dirancang agar aliran udara di dalam rumah menjadi lebih sehat dan tidak lembap.
Semangat gotong royong warga Dusun Gompyong kembali terlihat jelas sepanjang proses pengerjaan berlangsung. Warga secara bergantian bahu-membahu mengangkut material seperti semen, pasir, dan bata demi mempercepat proses renovasi rumah tetangga mereka tersebut.
Semoga program penanganan RTLH seperti ini dapat terus bergulir secara bertahap di wilayahnya. Kehadiran hunian yang sehat dan aman dinilai menjadi salah satu fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat di tingkat dusun.
Pengerjaan renovasi rumah Pak Imam diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari ke depan hingga benar-benar siap dihuni secara penuh. Dengan adanya dukungan swadaya masyarakat serta perhatian pemerintah lokal, Pak Imam beserta keluarga sebentar lagi dapat menikmati tempat tinggal baru yang jauh lebih layak, kokoh, dan hangat.







