Padang – Kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan terjadi di kawasan Panorama Dua, Sitinjau Lauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Rabu (8/7) malam.
Insiden tersebut menyebabkan arus lalu lintas di ruas nasional Padang–Solok tersendat dan memicu kemacetan panjang selama beberapa jam.
Usai menerima laporan, personel Polsek Lubuk Kilangan bersama Satlantas Polresta Padang segera mendatangi lokasi untuk mengamankan area, mengatur lalu lintas, serta melakukan penanganan terhadap kecelakaan.
Proses evakuasi kendaraan berlangsung cukup lama karena posisi kendaraan berada di jalur tanjakan Panorama Dua yang memiliki kontur jalan curam. Kondisi ini membuat antrean kendaraan mengular dari kedua arah, sehingga kendaraan pribadi maupun angkutan besar harus menunggu hingga proses evakuasi selesai.
Berdasarkan pantauan pada Kamis (9/7), arus kendaraan di jalur Padang–Solok mulai kembali bergerak normal meski masih terjadi perlambatan di beberapa titik. Selain dampak kecelakaan, kemacetan juga dipengaruhi oleh sebuah truk tronton yang mengalami kerusakan saat melintasi tanjakan Panorama Dua sehingga menghambat kendaraan di belakangnya.
Pengendara yang melintas di kawasan Sitinjau Lauik diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena ruas jalan tersebut dikenal memiliki tikungan tajam dan tanjakan ekstrem yang berisiko tinggi.
Salah seorang pengendara, Riki, mengungkapkan kemacetan berlangsung cukup lama akibat proses penanganan kecelakaan dan evakuasi kendaraan.
Menurutnya, antrean kendaraan mencapai beberapa kilometer sebelum akhirnya berangsur terurai setelah petugas selesai mengatur arus lalu lintas.
Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, membenarkan adanya kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan di kawasan Panorama Dua, Sitinjau Lauik.
Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab insiden tersebut dengan memeriksa keterangan para saksi serta pengemudi yang terlibat.
Kepolisian juga mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, dalam keadaan baik sebelum melintasi jalur Sitinjau Lauik agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.(des*)







