Pariaman – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat sistem pemantauan wilayah pesisir dengan meresmikan fasilitas High Frequency (HF) Radar Array di Pantai Anas Malik, Kota Pariaman.
Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala BMKG Pusat, Prof. Teuku Faisal Fathani, didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wali Kota Pariaman Yota Balad, serta Wakil Wali Kota Mulyadi.
Prof. Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa keberadaan HF Radar merupakan bagian dari upaya meningkatkan kecepatan dan akurasi informasi di sektor kemaritiman.
Teknologi tersebut juga berfungsi mendukung sistem mitigasi bencana, khususnya dalam memberikan peringatan dini terhadap ancaman tsunami maupun potensi bahaya lain di kawasan pesisir.
Berbeda dengan radar konvensional yang memiliki keterbatasan jangkauan akibat kelengkungan bumi atau garis pandang, HF Radar memanfaatkan gelombang frekuensi tinggi yang mampu menjangkau wilayah di luar cakrawala. Teknologi ini bekerja menggunakan pita frekuensi antara 3 hingga 30 MHz sehingga dapat memantau kondisi laut dan udara dalam area yang sangat luas secara real-time.
Menurut Kepala BMKG, Sumatera Barat kini memiliki tiga sistem radar utama yang mendukung berbagai kebutuhan pemantauan. Radar pertama adalah C-band Radar yang beroperasi di Bandara Internasional Minangkabau untuk mendukung aktivitas penerbangan.
Selanjutnya terdapat radar maritim yang berada di kawasan Teluk Bayur, serta HF Radar yang dipasang di dua titik dengan kemampuan pemantauan hingga sekitar 150 kilometer.
Ia menerangkan bahwa sistem HF Radar bekerja dengan memancarkan gelombang radio menuju permukaan laut. Gelombang tersebut dapat merambat melalui metode surface wave, yakni mengikuti permukaan laut, maupun skywave, yaitu memanfaatkan pantulan ionosfer sehingga mampu menjangkau wilayah yang sangat jauh.
Ketika gelombang radio mengenai permukaan laut, sinyal akan dipantulkan kembali menuju antena penerima. Perubahan frekuensi yang terjadi akibat pergerakan arus laut kemudian dianalisis menggunakan metode Doppler shift.
Melalui proses tersebut, sistem komputer dapat menghitung kecepatan arus, arah pergerakan, hingga mendeteksi berbagai objek yang berada di wilayah pemantauan.
Prof. Teuku Faisal Fathani menambahkan, BMKG bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI terus memperluas pemasangan HF Radar di sejumlah lokasi strategis di Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem keamanan laut sekaligus meningkatkan keselamatan pelayaran dan navigasi nasional.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan bahwa kehadiran HF Radar memiliki peran penting dalam memperkuat sistem peringatan dini di kawasan pesisir barat Pulau Sumatera. Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi aset yang sangat bermanfaat bagi masyarakat sehingga perlu dijaga dan dipelihara bersama.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat ikut menjaga keberadaan HF Radar karena manfaatnya sangat besar bagi keselamatan warga, khususnya masyarakat pesisir dan para nelayan yang setiap hari beraktivitas di laut.
Selain meningkatkan kemampuan mitigasi bencana, HF Radar juga diharapkan mampu mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR) apabila terjadi kecelakaan di perairan.
Data yang dihasilkan radar akan membantu petugas memperoleh informasi yang lebih akurat saat melakukan proses evakuasi maupun pencarian korban.
Peresmian fasilitas HF Radar Array ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala BMKG Pusat Prof. Teuku Faisal Fathani, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta Wali Kota Pariaman Yota Balad. Acara tersebut turut disaksikan sejumlah pejabat dan berbagai unsur terkait sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sistem keselamatan maritim di wilayah Sumatera Barat.(des*)







