Padang – Sebuah truk pengangkut semen mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Panorama Dua, Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sabtu (4/7). Insiden terjadi setelah kendaraan gagal melewati tanjakan dan meluncur mundur hingga akhirnya menghantam tebing di pinggir jalan.
Peristiwa bermula ketika truk melaju dari Padang menuju Solok. Saat memasuki tanjakan Sitinjau Lauik, kendaraan diduga kehilangan tenaga sehingga tidak sanggup melanjutkan perjalanan menuju puncak.
Karena tidak mampu menahan beban saat menanjak, truk bergerak mundur tanpa kendali. Pengemudi berusaha mengendalikan kendaraan agar tidak menabrak pengguna jalan yang berada di belakangnya.
Untuk mencegah kecelakaan yang lebih besar, sopir mengarahkan truk ke sisi jalan hingga akhirnya menghantam bukit. Akibat benturan tersebut, bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.
Meski mengalami kecelakaan, muatan semen tetap berada di dalam bak truk dan tidak berserakan. Sopir berhasil selamat, sementara insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Kecelakaan itu sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur Padang–Solok. Proses evakuasi truk membuat kendaraan dari dua arah harus melintas secara bergantian sehingga menyebabkan antrean panjang di sekitar Panorama Dua.
Sejumlah pengendara memilih memperlambat laju kendaraan ketika melewati lokasi kejadian karena petugas masih melakukan penanganan di lapangan.
Rico, seorang sopir truk yang berada di lokasi, mengatakan kendaraan tersebut mundur lantaran tidak sanggup melewati tanjakan yang terkenal curam di Sitinjau Lauik.
“Truk yang datang dari arah Padang menuju Solok tidak kuat menanjak. Kendaraan kemudian mundur dan menghantam bukit. Untungnya tidak ada korban,” kata Rico.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk mengamankan situasi sekaligus mengatur arus kendaraan agar kemacetan tidak semakin parah.
Ia juga mengingatkan para pengemudi, terutama yang mengoperasikan kendaraan dengan muatan berat, agar memastikan kondisi kendaraan benar-benar layak jalan sebelum melintasi jalur Sitinjau Lauik yang dikenal memiliki medan ekstrem. Selain itu, pengendara diminta selalu mengutamakan keselamatan dan berhati-hati selama perjalanan.(des*)







