Pariaman – Keberadaan rambu darurat di ruas Jalan Lareh Muhammad Ali, kawasan Ujung Betung, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, menjadi penanda adanya kerusakan jalan yang hingga kini belum mendapat penanganan.
Di lokasi tersebut terdapat lubang berukuran cukup besar dan dalam yang telah lama berada di badan jalan. Meski berpotensi membahayakan pengguna jalan, kerusakan tersebut masih menunggu proses perbaikan dari instansi terkait.
Risiko kecelakaan semakin tinggi karena titik jalan yang rusak berada di area yang kerap tergenang air saat hujan. Genangan tersebut menutupi lubang sehingga sulit terlihat oleh pengendara yang melintas.
Sejumlah pengguna jalan mengaku sering mengalami kesulitan saat melewati lokasi tersebut, terutama ketika hujan turun. Selain membahayakan pengendara, kondisi jalan juga menimbulkan debu saat cuaca panas akibat lalu lintas kendaraan yang melintas.
Kepala Bidang Bina Marga dan Konstruksi Dinas PUPR dan Pertanahan Kota Pariaman, Hendy Mavis, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pelaksanaan perbaikan jalan yang rusak. Menurutnya, pekerjaan tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada pertengahan Juli 2026.
Ia menjelaskan, perbaikan yang dilakukan tahun ini hanya berupa penambalan pada bagian jalan yang berlubang. Program pelapisan ulang atau overlay belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran dan perencanaan.
Sambil menunggu proses perbaikan, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan saat melintasi ruas jalan yang mengalami kerusakan agar terhindar dari risiko kecelakaan.(des*)







