Sumbar  

Progres Akses Lubuk Alung di Tol Padang–Pekanbaru Capai 24,06 Persen

Pembangunan Akses Lubuk Alung Seksi Padang-Sicincin terus berlanjut.
Pembangunan Akses Lubuk Alung Seksi Padang-Sicincin terus berlanjut.

PadangPembangunan akses Jalan Lubuk Alung pada ruas Tol Padang–Pekanbaru Seksi Padang–Sicincin terus menunjukkan perkembangan.

Setelah ruas utama Tol Sicincin–Padang yang kini telah beroperasi penuh, PT Hutama Karya (HK) kini memfokuskan percepatan penyelesaian Akses Lubuk Alung sepanjang 2,4 kilometer.

Proyek ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas, meningkatkan aksesibilitas, serta mempermudah mobilitas masyarakat di Sumatera Barat. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 24,06 persen.

Sejumlah pekerjaan konstruksi masih berlangsung di lapangan, di antaranya pekerjaan timbunan, bored pile Abutment 1 Jembatan Irigasi, slab overpass interchange, box culvert, serta lean concrete di beberapa titik.

Seluruh proses tersebut dikerjakan secara bertahap dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi, ketepatan waktu, serta penerapan standar keselamatan kerja di area proyek.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa setiap tahapan pembangunan terus diupayakan sesuai target dengan mengedepankan mutu serta aspek keselamatan kerja.

Ia menyebutkan, penyelesaian akses ini menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan manfaat keberadaan Tol Padang–Sicincin bagi masyarakat luas.

“Kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan Akses Lubuk Alung secara optimal dengan memperhatikan mutu pekerjaan serta penerapan aspek kesehatan dan keselamatan kerja di seluruh area proyek. Semua pekerjaan dilakukan sesuai standar konstruksi dengan pengawasan ketat agar hasilnya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Hamdani, dikutip Rabu (20/5/2026).

Ia menambahkan, kehadiran Akses Lubuk Alung nantinya akan memudahkan pengguna jalan tol yang ingin menuju kawasan Lubuk Alung dan sekitarnya. Infrastruktur ini juga akan memperkuat keterhubungan antara Tol Padang–Sicincin dengan pusat-pusat aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

Dengan adanya akses ini, mobilitas masyarakat dari dan menuju Padang, Bukittinggi, hingga Pariaman diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan terintegrasi.

Lebih jauh, akses tersebut juga diproyeksikan memberi dampak positif terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, mulai dari kelancaran distribusi barang, mobilitas harian, hingga akses ke kawasan permukiman, pusat perdagangan, dan destinasi lainnya di sekitar wilayah terdampak.

Secara keseluruhan, pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang merupakan bagian dari pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang diharapkan mampu mempercepat arus transportasi, memangkas waktu perjalanan, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan kawasan ekonomi baru di Pulau Sumatera.(des*)