Jombang– Kengerian menyelimuti Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, setelah dua karung besar berisi potongan tubuh manusia ditemukan oleh warga yang sedang mencari ikan di sungai pada Jumat (4/8) malam.
Kedua karung itu berisi potongan tubuh yang sudah mulai membusuk. Karung pertama memuat potongan dari leher hingga kaki, sementara karung kedua berisikan dua tangan. Namun, bagian kepala korban tidak ditemukan di tempat kejadian.
Polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan intensif terkait kasus mutilasi yang mengerikan ini. Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi dan identifikasi. Korban diketahui sebagai seorang perempuan.
“Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan mayat perempuan berusia 25-50 tahun di Mojowarno,” ungkap Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Aldo Febrianto, di Jombang. Pernyataannya dikutip dari sumber Antara pada Rabu (9/8).
Aldo menjelaskan bahwa korban memiliki ciri-ciri tinggi badan antara 145 hingga 158 sentimeter, dengan kulit sawo matang. Rambutnya berwarna hitam, halus, dan memiliki panjang sekitar 33 sentimeter. Terdapat tanda-tanda kaki korban, seperti jempol kanan yang pecah-pecah serta telapak kaki yang juga mengalami keretakan.
“Dari hasil autopsi, korban memiliki perawakan kecil dan tidak gemuk,” tambahnya.
Tim medis dari RS Bhayangkara Kediri juga sedang melakukan tes DNA untuk memperoleh informasi yang lebih detail tentang korban. Hal ini perlu dilakukan karena kondisi tubuh korban yang sudah membusuk saat ditemukan.
“Tes DNA diperlukan untuk prosedur identifikasi, karena tidak ada data pembanding yang tersedia,” papar Aldo.
Selain bagian kepala yang masih belum ditemukan, organ dalam tubuh perempuan tersebut juga menghilang. Menurut informasi dari dokter forensik, ada indikasi bahwa isi perut korban telah diambil setelah kematian terjadi.
“Mengutip keterangan dari dokter forensik, mereka tidak menemukan isi perut. Hal ini menunjukkan adanya dugaan bahwa pelaku mengeluarkan isi perut korban setelah korban meninggal,” jelas Aldo.
Kasus ini masih dalam penyelidikan dan para otoritas berusaha mengungkap fakta-fakta yang berkaitan dengan kejadian mengerikan ini, termasuk motif dan identitas korban.(dj)






