Kota Pariaman – Suasana siang hingga sore di Kota Pariaman terasa berbeda, Selasa (17/3/2026). Di tengah nuansa Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, kembali menapaki lorong-lorong kampung dan rumah ibadah warga dalam rangkaian Safari Ramadhan khusus.
Langkahnya kali ini menyambangi Mushalla Durian di Desa Palak Aneh, Kecamatan Pariaman Selatan, serta Mushalla Muhajirin Koto Kaciak di Desa Pauh Timur, Kecamatan Pariaman Tengah.
Di setiap persinggahan, kehadiran orang nomor satu di Kota Pariaman itu bukan sekadar kunjungan formal.
Ia datang membawa pesan kuat tentang kedekatan pemerintah dengan rakyat. Yota Balad mengatakan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan yang berakhir pada laporan kegiatan. Melainkan ruang perjumpaan hati antara pemimpin dan masyarakat.
Di Mushalla Durian Desa Palak Aneh, Yota Balad bahkan menyempatkan diri melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah bersama warga setempat.
Sementara kunjungan berikutnya di Mushalla Muhajirin Koto Kaciak diawali dengan Shalat Ashar berjamaah. Momentum ibadah tersebut sekaligus menjadi penguat ikatan spiritual antara pemimpin daerah dengan masyarakatnya.
Dalam kesempatan itu, pemerintah kota juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengurus mushalla. Bantuan berupa dana pembangunan sebesar Rp5 juta, Al-Qur’an, serta perlengkapan kebersihan diserahkan langsung oleh Yota Balad sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan fasilitas rumah ibadah.
Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap mushalla dan masjid tidak boleh setengah hati. Rumah ibadah, menurutnya, bukan hanya tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga menjadi pusat pembinaan moral dan kebersamaan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran pemerintah harus nyata, bukan sekadar terlihat di atas kertas,” tegasnya di hadapan jamaah yang hadir.
Menurut Yota Balad, Safari Ramadhan adalah jembatan yang mempertemukan pemerintah dengan denyut kehidupan warga.
Di sanalah pemerintah mendengar, merasakan, sekaligus memastikan bahwa pembangunan termasuk sarana ibadah. Tidak pernah jauh dari kebutuhan masyarakat Kota Pariaman.(mak).






