Jasa Raharja Bahas Strategi Pengamanan Mudik dalam Dialog RRI Padang

Padang – Menjelang pelaksanaan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 H, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat turut berpartisipasi dalam dialog interaktif bertajuk “Padang Menyapa” yang disiarkan melalui RRI Pro 1 Padang. Dialog ini menjadi ruang diskusi antara berbagai pemangku kepentingan untuk membahas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 serta langkah-langkah strategis dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran.

Dalam dialog tersebut, *Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, hadir sebagai narasumber bersama perwakilan dari berbagai instansi terkait. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas sejumlah isu penting yang berkaitan dengan peningkatan mobilitas masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran.

Berbagai topik yang dibahas dalam dialog tersebut antara lain kesiapan pengamanan jalur mudik, potensi kepadatan lalu lintas di sejumlah titik strategis, kesiapan fasilitas pendukung perjalanan, serta upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Menurut Teguh Afrianto, pelaksanaan Operasi Ketupat merupakan salah satu agenda penting yang melibatkan berbagai instansi guna memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

“Operasi Ketupat bukan hanya tentang pengaturan lalu lintas, tetapi juga tentang bagaimana seluruh pihak dapat bekerja sama untuk memastikan keselamatan masyarakat selama perjalanan. Karena itu, sinergi antara Jasa Raharja, Kepolisian, Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder terkait sangat diperlukan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Jasa Raharja sebagai BUMN yang memiliki mandat dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas juga terus memperkuat kesiapsiagaan operasional selama periode mudik Lebaran.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain meningkatkan kesiapsiagaan petugas di berbagai titik strategis jalur mudik, memperkuat koordinasi dengan rumah sakit dan kepolisian dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas, serta mengintensifkan kegiatan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat.

Selain itu, Jasa Raharja juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak yang tergabung dalam *Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ)* guna memastikan berbagai kebijakan dan langkah operasional di lapangan dapat berjalan secara terintegrasi.

“Melalui koordinasi yang baik dengan seluruh pihak, kami berharap penanganan apabila terjadi kecelakaan lalu lintas dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama dapat menekan potensi kecelakaan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas,” kata Teguh.

Ia juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, mematuhi aturan lalu lintas, hingga beristirahat yang cukup selama perjalanan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati di jalan, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak memaksakan diri ketika lelah saat berkendara,” tambahnya.

Melalui dialog publik yang disiarkan secara luas kepada masyarakat ini, diharapkan berbagai informasi terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 dapat diketahui oleh masyarakat sehingga masyarakat juga dapat turut berperan dalam menciptakan perjalanan mudik yang aman dan tertib.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, BUMN, serta seluruh pemangku kepentingan transportasi, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan arus balik Idulfitri 2026 di wilayah Sumatera Barat dapat berlangsung dengan lebih *aman, tertib, lancar, dan selamat* bagi seluruh masyarakat.(*)