Jakarta – Dalam upaya mendukung program Asta Cita pemerintah sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar emas global, PT Pegadaian bersama sejumlah pelaku industri emas lainnya berinisiatif membentuk Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Langkah ini diharapkan dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan peran Indonesia dalam perdagangan emas internasional.
Asosiasi Pasar Emas Indonesia atau IBMA direncanakan akan resmi diluncurkan pada Juni 2026. Pembentukan organisasi ini merupakan hasil kesepakatan bersama dari 11 perusahaan besar yang bergerak di sektor emas dan logistik, yaitu PT Pegadaian, Bank Syariah Indonesia (BSI), AMMAN, ICDX Group, Hartadinata Abadi, Sentral Kreasi Kencana (SKK), Lakuemas, Brinks, UBS Gold, Central Mega Kencana (CMK), serta anak perusahaan Pegadaian, PT Pegadaian Galeri 24.
Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan bahwa IBMA dibentuk untuk menjawab kebutuhan akan sistem tata kelola pasar emas nasional yang lebih terpadu, transparan, akuntabel, dan memiliki daya saing tinggi. Sebagai pionir layanan Bank Emas di Indonesia, Pegadaian menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pembentukan asosiasi tersebut.
Menurut Damar, Indonesia memiliki potensi besar sebagai salah satu produsen emas terbesar di dunia. Melalui IBMA, Indonesia tidak hanya ingin menjadi pengamat, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ekosistem industri emas secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir, sekaligus meningkatkan daya saing emas produksi dalam negeri di pasar global.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberadaan IBMA akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung implementasi program Asta Cita pemerintah, terutama dalam mempercepat proses hilirisasi dan industrialisasi di sektor pertambangan. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas emas serta memastikan perputaran emas tetap berada di dalam negeri.
Damar juga menilai bahwa IBMA berpotensi menekan biaya transaksi dan distribusi dalam industri emas domestik. Hal ini dapat tercapai dengan memaksimalkan penyerapan emas hasil tambang nasional oleh pasar dalam negeri. Dampaknya tidak hanya menghadirkan harga yang lebih kompetitif bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat cadangan emas nasional yang berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi makro.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Umum IBMA. Penunjukan tersebut mencerminkan kepercayaan para pelaku industri terhadap reputasi serta peran strategis Pegadaian dalam mengembangkan ekosistem perdagangan emas di Indonesia.
Dengan terbentuknya IBMA, diharapkan akan tercipta standar praktik pasar yang sejalan dengan regulasi internasional. Kondisi ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi ke sektor emas nasional sekaligus mendorong terciptanya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.(BY)






