Sport  

Sebelum Latih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Dalami Islam demi Adaptasi

Simak kisah Shin Tae-yong belajar agama Islam sebelum melatih Timnas Indonesia.
Simak kisah Shin Tae-yong belajar agama Islam sebelum melatih Timnas Indonesia.

Fajarharapan.id – Perjalanan Shin Tae-yong sebelum menangani Timnas Indonesia menyimpan cerita menarik. Pelatih asal Korea Selatan itu ternyata berupaya memahami Islam lebih dulu agar bisa beradaptasi dengan kultur para pemainnya.

Pada November 2019, PSSI sempat menjadi sorotan publik setelah dikabarkan mendekati Shin sebagai kandidat pelatih kepala. Rekam jejaknya bersama Timnas Korea Selatan membuat banyak pihak penasaran dengan langkah federasi tersebut.

Sebulan kemudian, tepatnya Desember 2019, Shin resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia dengan durasi kontrak empat tahun. Dalam perkenalan itu, ia menyampaikan komitmennya untuk beradaptasi secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi teknis sepak bola.

Berupaya Memahami Budaya dan Keyakinan

Shin menyadari mayoritas pemain dan masyarakat Indonesia memeluk agama Islam. Karena itu, ia merasa penting mempelajari dasar-dasar ajaran serta kebiasaan umat Muslim agar tidak terjadi kesalahpahaman, terutama terkait jadwal latihan dan waktu ibadah.

Ia bahkan meluangkan waktu berdiskusi dengan seorang dokter di Jakarta yang beragama Islam. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam, Shin banyak bertanya mengenai tradisi, kewajiban ibadah, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia juga bertekad mempelajari bahasa Indonesia supaya komunikasi dengan para pemain berjalan lebih efektif.

Dampak Positif di Lapangan

Usahanya memahami budaya lokal bukan sekadar wacana. Dalam beberapa kesempatan, sesi latihan Timnas Indonesia sempat dihentikan sementara ketika azan berkumandang. Ia juga menyesuaikan jadwal latihan agar tidak berbenturan dengan waktu salat, termasuk menggelarnya setelah magrib.

Pendekatan tersebut membuat para pemain merasa dihargai. Shin pun dikenal sebagai sosok tegas namun tetap menghormati nilai-nilai yang dianut anak asuhnya.

Selama masa kepemimpinannya, Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan di berbagai kelompok usia. Meski belum mempersembahkan gelar besar, peningkatan performa dan daya saing tim menjadi catatan tersendiri. Tak heran, hingga kini namanya masih dikenang dan dirindukan oleh sebagian suporter.(BY)