Jakarta – Tren sahur tanpa nasi atau bahkan tanpa karbohidrat kembali ramai dibicarakan. Sebagian orang meyakini menghindari nasi saat sahur membuat tubuh terasa lebih ringan dan tidak cepat lapar. Namun, ada pula yang khawatir tubuh akan kekurangan energi karena tidak memperoleh asupan glukosa dari karbohidrat.
Dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata menjelaskan, bagi individu yang sehat, sahur tanpa nasi pada dasarnya aman. Ia menerangkan bahwa tubuh memiliki mekanisme otomatis untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil selama berpuasa.
Menurutnya, anggapan bahwa tubuh akan langsung kehabisan energi jika tidak makan nasi saat sahur kurang tepat. Meski tidak ada asupan makanan selama berjam-jam, tubuh tetap memiliki cadangan energi. Glukosa dapat dipasok dari glikogen yang tersimpan di otot dan hati.
Ketika simpanan tersebut menurun, tubuh masih mampu beradaptasi dengan memproduksi glukosa dari sumber lain seperti lemak dan protein. Proses ini merupakan bagian dari adaptasi metabolik saat berpuasa, di mana tubuh secara bertahap memanfaatkan sumber energi alternatif.
Johanes justru menilai persoalan sering muncul ketika seseorang mengonsumsi karbohidrat sederhana dalam jumlah besar saat sahur, terutama yang rendah serat seperti nasi putih. Jenis makanan ini dapat memicu lonjakan gula darah yang cepat, lalu turun dalam waktu singkat sehingga memunculkan rasa lapar satu hingga dua jam kemudian.
Karena itu, yang lebih penting bukan sekadar menghilangkan nasi, melainkan memperhatikan kualitas dan porsi makanan. Jika tetap ingin mengonsumsi karbohidrat, disarankan memilih jenis kompleks yang dicerna lebih lambat, seperti nasi merah, talas, atau campuran nasi dengan jagung. Porsinya pun cukup seperempat piring berdiameter sekitar 20 sentimeter.
Selain karbohidrat, asupan protein dan serat juga berperan menjaga rasa kenyang lebih lama serta membantu kestabilan metabolisme selama puasa. Kombinasi makanan seimbang dan cukup cairan dinilai lebih penting dibanding sekadar menghindari nasi.
Ia menambahkan, kebutuhan energi setiap orang berbeda tergantung aktivitas harian. Mereka yang memiliki aktivitas fisik tinggi tentu memerlukan asupan lebih banyak dibandingkan yang beraktivitas ringan. Namun secara umum, sahur tanpa nasi bukanlah hal yang berbahaya selama kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi secara seimbang dan terencana.(BY)






