Perumda AM Padang Terus Siaga Pascabencana, Hampir 25 Ribu Meter Kubik Air Disalurkan

Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal
Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal

Padang, fajarharapan.id – Krisis air bersih yang muncul setelah bencana alam mendorong Perumda Air Minum Kota Padang bekerja ekstra. Di berbagai sudut kota, mobil tangki hilir mudik mengantarkan suplai air ke permukiman warga yang terdampak gangguan sumber air.

Sejak masa tanggap darurat hingga kini, volume air yang telah didistribusikan mencapai hampir 25 ribu meter kubik, tepatnya 24.876,75 meter kubik. Angka itu mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat, baik pelanggan resmi maupun warga yang selama ini tidak terdaftar sebagai pelanggan.

Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, Rabu (22/1/2026) menyebut, distribusi dilakukan tanpa jeda. Armada perusahaan diperkuat kendaraan bantuan dari sejumlah instansi untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Menurutnya, perubahan kondisi alam pascabencana berdampak signifikan terhadap ketersediaan air baku. Pendangkalan sungai terjadi di beberapa titik, bahkan ada aliran yang bergeser dari jalur semula. Dampaknya, debit air berkurang dan pasokan untuk masyarakat ikut terpengaruh.

Tidak hanya itu, banyak sumur resapan milik warga yang ikut mengering. Situasi ini membuat ketergantungan terhadap distribusi air tangki meningkat, terutama di kawasan yang jauh dari sumber air alternatif.

Di tengah keterbatasan tersebut, Perumda AM masih memiliki dua sumur bor yang tetap beroperasi. Kedua sumur ini menjadi salah satu penopang utama produksi air bersih ketika sumber air permukaan terganggu.

Selain sumur bor, intake yang sebelumnya terdampak kini mulai difungsikan kembali meski belum sepenuhnya stabil. Pengoperasian intake tersebut menambah kapasitas suplai sehingga distribusi dapat terus berjalan.

Air yang dibawa mobil tangki diambil dari Intake Palukahan dan Sikayan. Dari dua lokasi itu, suplai disalurkan ke berbagai titik terdampak, termasuk fasilitas umum dan kawasan permukiman dengan kebutuhan mendesak.

Hendra menegaskan bahwa distribusi akan terus dilakukan selama kondisi sumber air belum pulih sepenuhnya. Ia memastikan, kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas utama hingga situasi benar-benar kembali normal.(Ft)