Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indonesia berpeluang memasuki periode keemasan ekonomi dalam jangka panjang. Ia memperkirakan fase ekspansi yang mulai terlihat setelah pandemi Covid-19 pada 2023 dapat terus berlanjut hingga sekitar satu dekade ke depan, atau sampai 2033.
Menurut Purbaya, secara historis siklus ekspansi bisnis di Indonesia umumnya hanya berlangsung sekitar tujuh tahun. Namun, kebijakan ekonomi yang tepat diyakini mampu memperpanjang periode pertumbuhan tersebut menjadi lebih panjang.
Ia menyebut tren pertumbuhan saat ini berada di jalur yang cukup kuat. Dalam skenario normal, masa ekspansi diperkirakan bertahan setidaknya hingga 2030, tetapi pemerintah berupaya mendorong momentum positif itu agar mencapai puncaknya pada 2033.
Meski berfokus pada percepatan pertumbuhan, pemerintah tetap berhati-hati. Apabila laju ekonomi mendekati 7 persen, berbagai langkah penyesuaian struktur ekonomi telah disiapkan guna mencegah risiko overheating.
Di sisi lain, disiplin fiskal tetap menjadi prioritas dengan menjaga defisit APBN di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Purbaya menegaskan bahwa pertumbuhan tinggi tidak selalu harus diiringi peningkatan utang, terutama bila sektor swasta mampu menjadi penggerak utama ekonomi.
Ia mencontohkan periode sebelumnya ketika ekonomi tumbuh sekitar 6 persen sementara rasio utang justru menurun karena kontribusi kuat dari sektor swasta. Ke depan, strategi pembangunan akan mengandalkan sinergi antara efektivitas belanja pemerintah dan ekspansi sektor swasta untuk mencapai target ekonomi nasional tanpa mengganggu stabilitas fiskal.(BY)






